Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Agustus 2025 | 07.59 WIB

Mengenal Santa Jeanne d'Arc atau Joan of Arc (1412-1431): Mendapat Wahyu untuk Memimpin Kemenangan Perancis

Lukisan wajah Joan dari Arc oleh Jean Auguste Dominique Ingres (Dok. Britannica)

JawaPos.com - Dari banyak sekali santo santa yang dipercaya sebagai orang suci oleh umat Katolik, kebanyakan dari mereka berperan dalam gereja sebagai penyebar agama, penginjil, pelindung gereja, dan lain-lain. 

Namun, Santa Jeanne d'Arc bukanlah salah satu dari itu semua. Ia lebih dari itu, ia adalah tentara. 

Kehidupan Awal

Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, Jeanne, atau Joan, lahir di Domremy, Perancis pada tahun 1412 ke dalam keluarga petani. 

Orang tuanya, Jacques d'Arc dan Isabelle Romee, bekerja sebagai petani biasa dengan lahan sebesar 20 hektar. Namun Jacques juga bekerja sebagai pegawai negeri, dimana ia mengumpulkan pajak dan bergabung dalam ronda malam. 

Joan adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Ia memiliki tiga kakak laki-laki dan satu kakak perempuan. 

Pada masa itu, Perang Seratus Tahun antara Inggris dan Perancis masih berlangsung. Perang ini terjadi karena perebutan kekuasaan atas Perancis oleh Inggris, dan menyebabkan perekonomian lokal menderita. 

Tidak hanya itu, para bangsawan Perancis pun saling membunuh untuk mendapatkan kekuasaan atas Perancis. 

Mendapatkan Misi 

Dilansir dari Catholic Saint Medal, saat Joan berumur 13 tahun, ia mulai mendengar suara-suara. Awalnya hanya satu, namun lama kelamaan ia mendengar banyak suara yang berbeda. 

Joan menyadari bahwa suara-suara tersebut adalah Santo Mikael, Santa Catherine dari Alexandria, Santa Margaret dari Antioch, dan santo-santa lainnya. Joan pun menganggap mereka sebagai pelindung dan mentornya. Joan pun terkadang mendengar suara yang ia percaya adalah Tuhan. 

Namun, hanya saat Joan menginjak usia 16 tahun baru ia mengerti tugasnya. Yaitu membantu Charles VII, pewaris tahta Kerajaan Perancis, memenangkan Perang Seratus Tahun ini. 

Mengikuti perintah suara-suara itu, Joan pergi ke Kota Valcouleurs dan meminta bantuan tentara-tentara di sana untuk dipertemukan dengan sang calon raja. 

Tentunya Joan Muda diusir dan disuruh pulang. Namun Joan kembali beberapa bulan kemudian, lalu pulang dengan dukungan dua tentara Perancis. Joan terus mengatakan bahwa Tuhan memerintahkannya untuk berdiri di samping sang raja. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore