Ratu Elizabeth I mempopulerkan riasan wajahnya yang putih (Dok. Britannica)
JawaPos.com - Di era digital saat ini, kata influencer identik dengan figur publik yang aktif di media sosial. Mereka mampu membentuk opini, memengaruhi tren, hingga menentukan gaya hidup banyak orang hanya lewat unggahan singkat di Instagram, YouTube, atau TikTok.
Namun, fenomena memengaruhi massa bukanlah sesuatu yang benar-benar baru. Jauh sebelum teknologi hadir, sejumlah tokoh sejarah sudah lebih dulu memainkan peran serupa.
Dari ratu dengan riasan wajah yang memengaruhi standar kecantikan, hingga tokoh yang membawa perubahan besar dalam isu disabilitas. Pada zamannya, mereka bisa disebut sebagai "influencer" generasi awal.
Berikut adalah beberapa tokoh bersejarah yang membuktikan pengaruh mereka tak lekang oleh waktu:
1. Ambrose Burnside
Dalam sejarah budaya populer Amerika, nama Ambrose Burnside mungkin lebih dikenal karena gaya wajah khasnya ketimbang karier militernya. Burnside merupakan pencetus tren cambang, yaitu rambut wajah memanjang di sisi pipi yang terhubung dengan kumis.
Menurut catatan Georgetown University Library, Burnside lulus dari West Point pada 1847. Saat Perang Saudara pecah, ia bergabung dengan pasukan Union. Usai perang, Burnside terjun ke dunia politik dan sempat menjabat sebagai Gubernur Rhode Island dari 1866 hingga 1869.
Meski di West Point ia diwajibkan tampil rapi, Burnside tetap mempersonalisasi penampilannya dengan cambang. Seperti ditulis Britannica, "Rambut di kedua sisi wajah Burnside yang menghubungkan rambut di kepalanya dengan kumisnya menonjol di wajahnya dari masa ketika dia menjadi mahasiswa hingga masa ketika dia menjadi senator."
Popularitasnya sebagai jenderal dan politisi, ditambah momentum hadirnya fotografi, membuat gaya cambang itu semakin dikenal luas. Bahkan, nama "burnsides" kemudian melekat langsung pada gaya tersebut.
2. Ratu Elizabeth I
Pada pertengahan abad ke-16, Ratu Elizabeth I harus menghadapi dampak cacar yang menyerang kulit wajahnya. Hanya empat tahun setelah ia resmi naik takhta, sejak saat itu, wajah Elizabeth ditutupi bekas luka yang cukup jelas terlihat.
Menurut People.com, untuk menyamarkannya, sang Ratu menggunakan campuran timbal putih dan cuka sebagai riasan wajah. Riasan putih tebal itu, dipadukan dengan wig merah yang menjadi ciri khasnya, akhirnya melekat kuat dalam gambaran ikonik Elizabeth I.
Dikutip dari Britannica, "Wajah putih mulai melambangkan pemuda dan kekayaan, karena itu berarti tidak pernah perlu bekerja di bawah sinar matahari." Tren ini kemudian meluas pada masanya, menjadikan wajah pucat sebagai standar kecantikan sekaligus simbol status sosial tinggi.
3. Coco Chanel

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
