
Atmakusumah Asraatmadja. (Bung Hatta Anti Corruption Award)
JawaPos.com–Minggu (9/2) menjadi Hari Pers Nasional. Awal 2025, ranah wartawan Indonesia kedatangan berita duka dari salah satu tokohnya, Atmakusumah Asraatmadja.
Mengacu dari laporan Antara (3/1) sebagai media tempat kerjanya dahulu, beliau meninggal dunia di usia 86 tahun pada Kamis (2/1) pukul 13.05 WIB setelah menjalani perawatan intensif untuk penyakit gagal ginjal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Jasadnya dikebumikan di TPU Kebon Nanas, Jakarta Timur pada Jumat (3/1) siang. Dia meninggalkan seorang istri dan tiga anak laki-laki.
Atmakusumah Asraatmadja boleh disebut sebagai pahlawan pers Indonesia. Merangkum tulisan Andreas Harsono di Project Multatuli, baru saja meniti karir dia harus mengalami penutupan tempat kerja pertamanya, harian Indonesia Raya, dikepalai Mochtar Lubis yang ditangkap pada 1958.
Merasa dipantau, dia pindah ke Australia untuk bekerja di Radio Australia bagian Indonesia, kemudian ke Eropa sebagai koresponden Press Indonesia Agency yang bergabung dengan Antara.
Sepulang dari Eropa, dia menjadi ketua Serikat Sekerja Antara pada periode 1966-1968, sebelum diajak kembali oleh Mochtar Lubis untuk membuka kantor harian Indonesia Raya pasca 10 tahun penutupan. Dia menjabat sebagai redaktur pelaksana sebelum sekali lagi dibredel pemerintahan Orde Baru pada 1974.
Setelah Presiden Soeharto turun jabatan pada 1998, Atmakusumah Asraatmadja menjadi salah satu wartawan yang ikut menyusun serta memperjuangkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Selain undang-undang, juga merancang Kode Etik Wartawan Indonesia.
Kegigihannya membuat dia dipercaya sebagai ketua Dewan Pers Indonesia yang pertama pada 2000 sampai 2003. Dewan Pers Indonesia independen dari Dewan Pers yang diketuai Menteri Penerangan.
Dia juga sempat menjadi direktur eksekutif Lembaga Pers Doktor Soetomo (LPDS), pusat edukasi wartawan milik Dewan Pers dengan masa jabatan 8 tahun dari 1994 sampai 2002.
Beberapa tahun pasca Orde Baru lengser, seantero Indonesia penuh dengan konflik regional serta intercultural. Dia dan kawan-kawan pers lainnya semakin mawas seputar cara media meliputnya dengan apik.
Atmakusumah Asraatmadja mendapatkan penghargaan jurnalisme Ramon Magsaysay pada 2000 atas 30 tahun lebih perjuangannya untuk pers Indonesia setelah Mochtar Lubis di 1958 dan Pramoedya Ananta Toer di 1995. Pada 2023, Dewan Pers juga memberikan Lifetime Achievement Award atas kesetiaan dalam etika dan tanggung jawab seorang wartawan, serta secara keseluruhan telah berjasa besar untuk demokrasi negara.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
