Ustadz Adi Hidayat jelaskan doa pelunas hutang (Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official)
JawaPos.com - Peristiwa Isra Mikraj yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW bukan hanya sebuah perjalanan spiritual yang luar biasa, tetapi juga sarat dengan pelajaran hidup yang relevan dengan tantangan zaman sekarang.
Ketika segala harapan tampak memudar dan dunia seakan tidak berpihak, Nabi Muhammad SAW mengalami perjalanan yang melampaui batas nalar manusia.
Isra Mikraj, dua peristiwa yang tak hanya mengagumkan, tetapi juga menyimpan makna mendalam tentang keteguhan hati, kepercayaan, dan ketakwaan kepada Allah.
Dikutip JawaPos.com dari kanal Youtube AdiHidayatOfficial (27/01), tahun yang penuh ujian bagi Nabi Muhammad SAW dimulai dengan wafatnya Sayyidah Khadijah, istri tercinta yang selama ini menjadi penopang dakwah Nabi.
Tak lama kemudian, Abu Talib, pamannya yang juga menjadi pelindung utama Nabi, meninggal dunia. Kehilangan ini bukan hanya menjadi duka pribadi, tetapi juga membuka jalan bagi persekusi dan penghinaan terhadap Rasulullah SAW.
Tanpa perlindungan mereka, Nabi Muhammad SAW harus menghadapi tantangan yang lebih berat dalam menyebarkan wahyu dan dakwah Islam.
Menghadapi kenyataan pahit ini, Nabi Muhammad SAW tidak menyerah. Beliau mencari harapan baru dengan melakukan perjalanan ke Ta'if, sebuah kota yang diharapkan bisa menerima dakwah Islam.
Namun, perjalanan panjang sejauh 100 km dengan berjalan kaki tersebut ternyata berakhir dengan kekecewaan. Alih-alih mendapatkan dukungan, Nabi justru disambut dengan penghinaan dan kekerasan, hingga Zaid bin Harithah, sahabat dekat Nabi, terluka saat mencoba melindungi beliau.
Sikap Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi persekusi di Ta'if menunjukkan kedewasaan spiritual yang luar biasa.
Saat malaikat Jibril menawarkan untuk menghancurkan penduduk Ta'if dengan menghimpun bukit di atas mereka, Nabi Muhammad SAW menolak tawaran tersebut dengan penuh kebijaksanaan. Beliau mengatakan, "Boleh jadi mereka tidak tahu. Mungkin nanti akan ada keturunan mereka yang menerima dakwah ini."
Tindakan Nabi ini menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana seharusnya kita merespons keburukan dengan kebaikan.
Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk tidak terprovokasi oleh kebencian, melainkan untuk merespons dengan penuh kasih sayang, bahkan terhadap mereka yang menyakiti.
Kehilangan dua pelindung sekaligus, yaitu Sayyidah Khadijah dan Abu Talib, mengajarkan Nabi Muhammad SAW untuk sepenuhnya bersandar pada Allah SWT.
Dalam doanya, beliau memohon agar Allah tidak marah kepadanya, karena beliau menyadari bahwa segala ujian yang datang adalah bagian dari rencana-Nya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
