
Ilustrasi seorang wanita muslim sedang berdoa meminta perlindungan dari gangguan jin.
JawaPos.com - Sebagaimana halnya manusia, Allah swt menciptakan jin memiliki ragam karakteristik dan jenis yang berbeda-beda. Meski sama-sama tinggal di muka bumi, manusia dan jin juga memiliki perangi bermacam-macam. Ada yang baik dan jahat.
Bukti yang menjelaskan sifat jin yang berbeda-beda tersebut adalah perkataan dari kalangan mereka sendiri, sebagaimana diabadikan oleh Al-Qur’an dalam Surat al-Jin ayat 11, yang terjemahannya:
“Sesungguhnya diantara kami ada yang saleh dan diantara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda.”
Dalam tafsirnya Ibnu Katsir menjelaskan, Allah swt memberikan kabar kepada Nabi Muhammad saw bahwa jin memberikan keterangan tentang diri mereka sendiri.
Jin mengakui jika dari kalangan mereka ada yang saleh dan ada juga yang tidak. Jin juga menempuh jalan yang berbeda-beda dan terpisah-pisah.
Dalam hal ini, Ibnu Abbas dan Mujahid berpendapat, jika dari kalangan jin pun ada yang Muslim ataupun kafir. Selain itu, untuk aman dari gangguan jin yang jahat, dalam surat An-Nas umat Islam diperintahkan untuk meminta perlindungan dari bisikan-bisikan jahat (was-was) yang mereka timbulkan.
Sebab gangguan yang mereka ciptakan ini cukup berbahaya. Bahkan, sebagai bukti akan hal tersebut, dalam beberapa riwayat, Nabi Muhammad saw pernah diganggu oleh jin.
Sebagaimana dilansir dari lama NU Online, Kamis (15/8), diceritakan. suatu saat, Nabi Muhammad saw sedang sholat, tiba-tiba ia melafadzkan kalimat ta’awwudz (a’udzubillah) kemudian para sahabat yang berada di sekitar merasa keheranan.
Pasalnya, baru kali ini dalam keadaan di tengah-tengah shalat, Nabi saw mengucapkan kalimat tersebut. Tidak sampai di situ, setelah melafadzkan ta’awwudz, Rasulullah saw mengucapkan kalimat lain yakni, “Al’anuka bila’natillah” yang artinya, “Aku melaknatmu dengan laknat Allah”.
Kalimat itu diucapkan sebanyak tiga kali, seraya membentangkan kedua tangannya. Setelah Nabi saw usai dari shalatnya, para sahabat pun menanyakan apa yang terjadi. Rasulullah pun menjawab jika ia telah diganggu oleh Iblis (salah satu golongan jin) yang berusaha meletakkan bara api di hadapan dirinya.
"Sesungguhnya musuh Allah swt, Iblis datang membawa bara api dan dia hendak melemparkannya ke wajahku. Dengan demikian aku berkata, A’udzubillahi minka, tiga kali. Lalu aku lanjutkan dengan, al’anuka bila’natillahi tammah. Belum selesai 3 kali ucapan, aku ingin menangkapnya. Demi Allah, seandainya bukan karena doa saudara kita, Nabi Sulaiman, niscaya akan aku ikat ia, sehingga jadi mainan anak-anak penduduk Madinah.” (HR. Muslim no. 542)
Selain di dalam shalat, Nabi Muhammad saw dengan para sahabat juga pernah digoda keimanannya oleh Iblis.
Suatu ketika, pada suatu majelis, Iblis menyamar menjadi seorang laki-laki yang dengan penampilan buruk kemudian bertanya beberapa hal kepada Nabi. Kisah ini dicatat dalam hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dari Ibnu Umar ra:
“Dari Ibnu Umar ra, ia berkata, suatu ketika kami para sahabat duduk bersama Nabi saw, kemudian datang seorang laki-laki yang wajahnya jelek, bajunya dekil, badannya bau dan kurus kering. Tidak ada seorang pun yang mengenalinya. Setelah itu, ia duduk di hadapan Rasulullah saw. Laki-laki itu bertanya, “Siapa yang menciptakanmu?” Rasulullah menjawab, “Allah.” Lalu bertanya lagi, “Siapa yang menciptakan langit?” Rasulullah menjawab, “Allah.” Kemudian bertanya lagi, “Siapa yang menciptakan bumi?” Rasulullah menjawab, “Allah.” Terakhir, ia bertanya, “Siapa yang menciptakan Allah?” Rasulullah menjawab, “Maha Suci Allah” seraya memegang kening dan menundukkan kepalanya.
Setelah itu, laki-laki tersebut berdiri lalu pergi. Lalu Rasulullah saw mengangkat kepalanya, kemudian ia berkata, aku telah diuji dengan seorang orang tadi.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
