Masinis Kereta Api Indoneisa. (recruitment.kai.id)
JawaPos.com - Beberapa waktu lalu viral di media sosial sebuah video yang menampilkan aksi heroik masinis KA Brantas. Dalam video yang viral di media sosial, sang masinis berhasil menyelamatkan nyawa ratusan penumpang, sebelum memutuskan melompat, saat kereta tersebut menabrak sebuah truk trailer di palang pintu Madukoro Raya, Semarang.
Hal tersebut mengundang perhatian dan pertanyaan dalam benak warganet seputar pekerjaan seorang masinis. Misalnya dimana seorang masinis mengeyam pendidikan dan berapa kisaran gajinya. Selain itu, profesi masinis masih menjadi pilihan favorit para pelamar PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Dilansir dari website KAI, Masinis adalah seorang pegawai yang bertugas mengoperasikan kereta api dan langsiran, serta sebagai pemimpin selama dalam perjalanan kereta api.
Ia bertanggung jawab untuk mempercepat, memperlambat atau menghentikan kereta api mengikuti dan mematuhi sinyal kereta api, semboyan dan menjamin keselamatan kereta api yang dijalankannya sehingga dapat dikatakan masinis adalah kepala perjalanan.
Karir seorang masinis diawali sebagai asisten atau pembantu masinis. Berikut beberapa pilihan tempat pendidikan dan pelatihan yang tersebar di Indonesia dan melahirkan SDM KAI berkualitas, salah satunya masinis yang hebat.
1. Pusdiklat Ir. H. Djuanda Bandung di Jalan Laswi No. 23 Bandung. Pusdiklat ini menyelenggarakan kegiatan pembelajaran non railways training yaitu pendidikan dan pelatihan di luar pelatihan teknikal perkeretaapian, sepeerti pelatihan leadership, keselamatan, dan legal.
2. Signaling, Telecommunication and Electricity Training Center. Lebih dikenal sebagai Balai Pelatihan Sintelis (BP-STL) yang berada satu lokasi dengan Pusdiklat Ir. H. Djuanda Bandung. Balai pelatihan ini dikhususkan untuk bidang keahlian sinyal dan telekomunikasi, teknologi informasi, serta listrik aliran atas (LAA).
3. Railways Engineering Training Center Sofyan Hadi. Atau lebih dikenal dengan nama Balai Pelatihan Teknik Perkeretaapian (BPTP) yang ada di Jalan Pusdiklat Raya Medan Satria, Bekasi dan dikhususkan untuk menyelenggarakan diklat perkeretaapian di bidang jalan rel dan jembatan, operasi kereta api, listrik aliran atas, dan sarana perkeretaapian dengan penggerak listrik.
4. Operational and Marketing Training Center Agus Suroto Operational and Marketing Training Center Agus Suroto atau Balai Pelatihan Operasi dan Pemasaran (BP Opsar) berada di Jalan Ir. H. Djuanda No. 215 Bandung. Balai Pelatihan ini menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan di bidang operasional kereta api dan marketing seperti kecakapan PPKA (O.50), pengatur perjalanan kereta api, pengendali perjalanan kereta api, pendukung operasi prasarana, IT untuk operasional, kondektur, customer care, basic housekeeping, supervisory housekeeping, dan pengusahaan aset.
5. Tractive Vehicle Engineering Training Center Darman
Prasetyo. Lebih dikenal dengan Balai Pelatihan Teknik Traksi Darman Prasetyo (BPTT), berada di Jalan Dr. Wahidin No. 1-2 Yogyakarta. Balai pelatihan ini berfokus di bidang sarana dan operasi sarana.
6. Sriwijaya Training Center Ascep Sunarto. Balai pelatihan ini berfokus pada diklat awak sarana perkeretaapian pertama dengan penggerak non listrik, tenaga perawatan sarana perkeretaapian, tenaga perawatan prasarana perkeretaapian, tenaga pemeriksa sarana perkeretaapian, tenaga pemeriksa prasarana perkeretaapian, dan pemimpin perjalanan kereta api.
7. Politeknik perkeretaapian Indonesia Madiun berlokasi di Kota Madiun, Jawa Timur merupakan sebuah perguruan tinggi vokasi negeri di bawah Kementerian Perhubungan yang memiliki visi pusat unggulan dan inovasi pendidikan serta pelatihan vokasi di bidang teknis perkeretaapian berbasis teknologi global.
Merujuk dari IDX Channel, gaji seorang masinis pun cukup beragam. Tergantung dari jenis kereta yang ia kemudikan.
1. Gaji Masinis KAI Reguler
Untuk posisi masinis, KAI menawarkan gaji berkisar di angka Rp 8-10 juta per bulan. Gaji tersebut diketahui belum termasuk tunjangan yang meliputi tunjangan anak istri sebesar 10% dari gaji pokok, tunjangan risiko, uang perjalanan dinas, dan lain sebagainya. Rata-rata take home pay yang diperoleh seorang masinis dapat mencapai Rp12-13 juta per bulan.
2. Gaji Masinis KRL
Gaji masinis commuter line atau KRL berbeda dengan masinis KAI reguler. Karena memimpin perjalanan kereta yang masih berada di wilayah dalam kota, maka gaji masinis KRL lebih kecil dibanding dengan masinis KAI. Gaji masinis KRL berkisar Rp6-9 juta per bulan. Gaji tersebut diketahui sudah termasuk tunjangan risiko dan kesehatan.
Dibalik gaji besar yang dimiliki seorang masinis, terdapat proses seleksi yang ketat dan panjang. Selain itu tingginya tingkat risiko serta tanggung jawab yang harus dipikul dalam profesi kerja yang dijalaninya.