
ILUSTRASI: Angkutan bus menjadi salah satu moda pendukung untuk menghubungkan destinasi wisata di Joglosemar. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Dampak penerapan sistem satu arah (one way) di tol Cikampek-Brebes belum terlalu terasa di Terminal Purabaya kemarin (30/5).
Sejumlah bus jurusan Surabaya-Jakarta masih lalu-lalang sesuai dengan jadwal biasanya. Secara umum, jumlah pemudik yang datang dan pergi melalui Terminal Purabaya mulai meningkat.
Peningkatan tersebut dapat terlihat dari antrean penumpang di terminal keberangkatan bus. Mereka menunggu kedatangan bus secara bergantian. Mengantisipasi kehabisan kursi, beberapa penumpang memilih untuk menunggu di pintu masuk kedatangan bus.
Jurusan paling ramai saat ini adalah Surabaya-Jogjakarta. Hingga tadi malam, sekitar enam ribu penumpang menggunakan rute itu. Disusul dengan tujuan Banyuwangi. Jumlah penumpangnya 5.700 orang. Sementara itu, untuk rute Jakarta, baru ada sekitar 500 penumpang.
Kepala Subunit Terminal Purabaya Imam Hidayat mengatakan, jumlah armada yang melayani rute Surabaya-Jakarta juga tidak terlalu banyak. Dalam sehari, bus yang datang 20 sampai 25 unit. Untuk keberangkatan, hanya ada 8 hingga 15 bus per hari.
Selain itu, bus trans-Jawa juga masih beroperasi secara normal sehingga tidak mengakibatkan antrean penumpang atau durasi tunggu yang terlalu lama. Namun, kondisi itu bisa saja berubah hari ini. Imam memprediksi, lonjakan penumpang di Terminal Purabaya terjadi besok malam (31/5) hingga Sabtu (1/6).
Secara perlahan, jumlah penumpang di Purabaya terus meningkat. Pada H-7 atau Rabu (29/5) hingga pukul 23.59, penumpang yang berangkat mencapai 32 ribu orang. Lalu, hingga H-6 pukul 20.00 kemarin, jumlah penumpang yang meninggalkan Surabaya sudah hampir 36 ribu orang. "Dan akan terus meningkat hingga malam hari," imbuh dia.
Sementara itu, pada puncak arus mudik nanti, Imam memperkirakan terjadi peningkatan jumlah penumpang sebesar 2 sampai 3 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Pada 2018, jumlah penumpang saat puncak mudik mencapai 73 ribu orang per hari. Tahun ini penumpang diperkirakan mencapai 75 ribu orang.
Photo
Arus mudik Hari Hari Raya Idul Fitri 1440 H berdampak pada moda transportasi udara. Penumpang pesawat relatif menurun. (MUHAMAD ALI JAWA POS)
Kondisi yang berbeda terjadi di Bandara Internasional Juanda. General Manager PT Angkasa Pura (AP) I Juanda Heru Prasetyo mengatakan, pergerakan pesawat turun 17 persen. Jumlah penumpang juga turun 22 persen. Selain itu, kargo berkurang 4,8 persen.
Polda Jatim Siapkan 313 Pos
Aparat kepolisian mengantisipasi lonjakan jumlah kendaraan pada musim mudik Lebaran. Ada tiga jenis pos yang disiapkan, yakni pos pengamanan, pelayanan, dan pemantauan.
Wadirlantas Polda Jatim AKBP Muhammad Aldian menyampaikan, tiga jenis pos tersebut tersebar di lima titik jalur arteri dan tol di Jatim. Perinciannya, 49 pos pelayanan, 178 pos pengamanan, dan 86 pos pantau.
"Kami mengantisipasi titik rawan kemacetan dan kecelakaan dengan mengerahkan banyak personel. Setiap pos bakal diisi lebih dari 30 personel gabungan," katanya kemarin.
"Volume kendaraan meningkat besok (hari ini, Red). Sabtu, bisa jadi, merupakan puncak mudik," tambah dia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
