
Kepala BNPB Letjen Doni Monardo
JawaPos.com - Tingginya potensi bencana alam di tanah air membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan edukasi untuk pencegahan secara intens. Pencegahan itu untuk menekan jumlah korban jiwa saat bencana alam terjadi.
Untuk itu, Kepala BNPB Letjen Doni Monardo meminta masyarakat memahami potensi bencana di daerah masing-masing. "Penting bagi kita semua untuk memperhatikan terminator pertama dan mau belajar dari kondisi spesifikasi tiap daerah. Tentu tiap daerah (ancamannya,red) berbeda,” ujar Doni Monardo saat menggelar pembekalan kebencanaan untuk media di kantornya, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (21/2).
Doni menyebut tidak semua bangunan di Indonesia tahan gempa. Sehingga, memungkinkan untuk berlindung. Untuk itu, bagi setiap warga ketika ada bencana perlu menyelamatkan diri. Salah satunya lari ke tempat yang aman.
Ketika bencana terjadi, masyarakat tidak bisa lagi teriak waspada, jangan panik, lindungi kepala. "Sudah nggak sempat lagi, karena keburu bangunannya runtuh. Jadi apa pun yang terjadi, terjang itu. Mau kaca kena, lebih baik kehilangan tangan daripada kehilangan nyawa,” tutur dia.
Begitu pula bagi masyarakat yang berada atau tinggal di pinggir pantai. Potensi tsunami bisa dikenali sendiri dengan adanya gempa yang kuat. Makanya tidak perlu lagi warga menunggu peringatan dini.
"Ketika sudah jelas gempanya besar kemudian harus menunggu sekian menit untuk menunggu tsunami sudah nggak mungkin. Jadi begitu gempa besar nggak usah menunggu 30 detik. Langsung kabur,” tegas Doni.
Begitu juga warga yang tengah berada di kamar mandi. Ketika ada bencana, pilihannya segera mengevakuasi diri ke tempat aman. "Mungkin nggak sempat kenakan pakaian. Lebih baik malu ya daripada kehilangan nyawa,” sambungnya.
Selama ini masyarakat sangat bergantung dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai lembaga teknis yang menyatakan adanya potensi tsunami ketika ada gempa. Cara itu tidaklah efektif karena ada kalanya alat deteksi tsunami tidak bekerja maksimal. “Seperti contohnya kasus di Palu, alat kita baru berfungsi 3 menit, padahal 2 menit itu tsunami sudah di balik daratan,” pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
