Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Januari 2019 | 16.35 WIB

Perlindungan Terabaikan, TKI Jadi Korban Perdagangan Manusia

Tutu Tursilawati, TKW yang menjadi korban kekerasan seksual di negara tempatnya bekerja. Tuti adalah potret kecil kondisi kelam buruh migrant asal Indonesia di luar negeri. - Image

Tutu Tursilawati, TKW yang menjadi korban kekerasan seksual di negara tempatnya bekerja. Tuti adalah potret kecil kondisi kelam buruh migrant asal Indonesia di luar negeri.

JawaPos.com - Jaminan perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) masih jauh dari harapan. Migrant Care mencatat, ada beberapa kasus TKI selama 2018 yang patut menjadi atensi.


Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo mengatakan, eksekusi mati terhadap Zaini Misrin dan Tuti Tursilawati di Arab Saudi akhir Oktober lalu memperlihatkan kondisi buruk yang dialami buruh migran Indonesia.


"Kasus itu memperlihatkan, Saudi memang benar-benar kawasan yang tidak ramah bagi buruh migran," katanya kemarin (31/12).


Ada pula kasus kematian tragis Adelina Lisao di Malaysia yang menjadi catatan kelam perlindungan TKI. Kematian buruh migran dari NTT itu membuka tabir pederitaan perempuan-perempuan muda yang menjadi korban perdagangan manusia.


Menurut Wahyu, kasus-kasus tersebut disebabkan perekrutan TKI yang ugal-ugalan. Dia juga menduga korupsi yang merajalela di birokrasi dan mafia peradilan menyempurnakan impunitas bagi pelaku kejahatan perdagangan manusia di NTT.


"Menurut catatan para penggiat buruh migran dan anti-human trafficking di NTT, hingga Desember 2018 tercatat 100 mayat buruh migran asal NTT dipulangkan dari negara tempat bekerja melalui Bandara El Tari, Kupang. Jumlah itu belum termasuk mayat-mayat yang belum atau tidak bisa dipulangkan," ujarnya.


Pada 10-11 Desember di Maroko, terbentuk kerangka kerja global untuk memastikan agar buruh migran berdaulat dan bermartabat. Sebanyak 164 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghadiri acara UN Global Compact for Safe, Orderly and Regular Migration tersebut.


Di Indonesia, pemerintah telah berupaya melindungi buruh migran. Salah satunya dengan membentuk desa migran produktif. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore