
Almarhum Jannatun Cintya Dewi sewaktu wisuda di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 2015 lalu.
JawaPos.com - Penyerahan jenazah Jannatun dilakukan kemarin malam. Ayah Jannatun, Bambang Supriyadi, menerima langsung dokumen serah terima itu. Dengan terisak, dia menerima amplop merah yang diserahkan tim Lion Air dan DVI Polri. Tak ada sepatah kata pun yang diucapkannya. Dia langsung menuju kamar jenazah untuk melihat jenazah sang putri.
Tim DVI Brigjen Sumirat Dwiyanto mengatakan bahwa jenazah akan diterbangkan ke Sidoarjo hari ini.
Dikenal Ceria dan Cerdas
Jona -sapaan Jannatun lainnya- lebih dari setahun terakhir tinggal di Jakarta. Putri pasangan Bambang Supriyadi dan Surtiyem itu bekerja sebagai staf di Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral).
Kediaman keluarga perempuan yang masih lajang itu kemarin dipenuhi karangan bunga dukacita. "Bapak sama ibu sekarang di Jakarta," ujar Nadzir Ahmad Firdaus, adik kandung Cintya.
Nadzir menjelaskan, keluarganya kali pertama mendapat kabar kecelakaan itu beberapa jam setelah pesawat dikabarkan jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Ayah dan ibunya pun langsung bergegas ke Jakarta untuk mencari kepastian.
"Kaget, shock, lemas, jadi satu," ucapnya lirih.
Cintya, kata Nadzir, ke Pangkalpinang untuk melaksanakan tugas kantor. Sehari-hari, lanjut dia, kakak sulungnya tersebut dikenal periang dan cerdas.
Cintya bahkan mampu menyelesaikan pendidikan jenjang SMA dalam waktu dua tahun. "Dulu sekolahnya di SMAN 1 Sidoarjo," jelas Nadzir yang kini kelas XII di sekolah yang sama itu.
Selain Cintya, korban jatuhnya Lion Air yang dari Sidoarjo adalah Moejiono. Dia tercatat sebagai warga Ngingas, Waru.
Nadzir melanjutkan, selepas SMA, kakaknya melanjutkan pendidikan di Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Cintya kemudian bekerja di Jakarta setelah lulus dari ITS pada 2015. Pekerjaan pertamanya di salah satu bank swasta.
"Di sela-sela bekerja, daftar di kementerian (ESDM), ternyata diterima," kenangnya.
Cintya, tutur sang adik, rutin pulang ketika libur panjang. Bahkan, tidak jarang, pada akhir pekan, ketika pekerjaannya tidak sedang menumpuk, dia juga menyempatkan mudik.
Tiap kali mudik ke Sidoarjo, Cintya lebih suka menghabiskan waktu di rumah. Entah untuk menonton televisi atau membaca buku. Hanya sesekali, kata Nadzir, kakaknya itu main.
Dalam percakapan terakhir mereka melalui aplikasi WhatsApp, Cintya berpesan kepada sang adik agar rajin belajar. Biar bisa, kata Nadzir mengutip sang kakak, pintar dan bekerja di pemerintahan. Berbakti kepada negara.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
