
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto
JawaPos.com - Pemerintah melakukan perubahan nama Bandara Internasional Lombok menjadi Zainuddin Abdul Madjid. Perubahan itu diklaim Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto tidak akan menghilangkan jasa dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ketika itu meresmikannya dulu.
Bentuk tidak akan dihilangkannya jasa presiden keenam itu, kata Hasto, prasasti penandatangan yang dilakukan oleh presiden kala itu tidak akan robohkan. Pasalnya tipikal pemerintahan Presiden Jokowi tidak seperti demikian. "Kepemimpinan Pak Jokowi itu berkesinambungan. Jadi kita enggak model roboh merobohkan," ujar Hasto di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Kamis (13/9).
Dia menegaskan, kabar perobohan prasasti itu merupakan bentuk informasi bohong alias hoaks. Menurutnya, dalam Pilpres 2019 semuanya akan dijadikan bahan untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2019. Hanya saja di koalisi pendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin lebih mengedepankan melakukan kampanye yang membangun.
Sebagai contoh dengan beradu gagasan demi membuat Indonesia lebih baik. "Jadi kami berkampanye yang berkeadaban, membangun Indonesia. Masa berkampanye merobohkan," tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat SBY menyebut tidak mempermasalahkan apabila Bandara Lombok yang dulu diresmikannya berganti nama.
Bahkan mantan Menkopolhukam Era Megawati itu tidak akan mempermasalahkan adanya pencopotan prasasti peresmian bandara yang dulu ditandantanganinya. Sebab kehadiran tanda tangan itu atas permintaan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB), pada 20 Oktober 2011 silam.
Untuk itu dia meminta jangan sampai ada polemik atas penggantian prasasti penandatangan peresmian bandara. Menurutnya, pemerintah memiliki banyak pekerjaan yang lebih pentiing untuk rakyat Indonesia.
"Tolong isu ini tak perlu diributkan. Masih banyak yang harus dilakukan oleh negara dan kita semua, utamanya bagaimana membuat rakyat kita makin ke depan makin sejahtera," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi membuat Keputusan Menteri tentang perubahan nama Bandar Udara Internasional Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB). Di surat keputusan itu menyatakan, nama bandara di Lombok menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.
Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah tokoh Lombok yang dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional. Pemerintahan Lombok dan majelis adat di sana pun telah mendukung keputusan pemerintah dalam hal ini.
Zainuddin Abdul Madjid memperoleh piagam Gelar Pahlawan Nasional pada 6 November 2017 silam. Tokoh kelahiran 5 Agustus 1898 itu pernah menimba ilmu di Arab Saudi ini dikenal dengan gelar Tuan Guru Kyai Hajji (TGKH), serta merupakan pendiri dari Nahdlatul Wathan, ormas Islam terbesar di Lombok.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
