Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Juni 2018 | 08.59 WIB

Sekarga dan APG Ancam Mogok Kerja, Ini Respons YLKI

Pesawat Garuda Indonesia menjadi salah satu maskpai yang bakal sangat sibuk saat arus mudik lebaran mulai berjalan. - Image

Pesawat Garuda Indonesia menjadi salah satu maskpai yang bakal sangat sibuk saat arus mudik lebaran mulai berjalan.

JawaPos.com - Rencana mogok kerja yang dilontarkan oleh Serikat Pekerja Garuda (Sekarga) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) semakin santer terdengar. Rencanya aksi itu bakal digelar saat puncak arus mudik Lebaran.


Menaggapi hal itu, Ketua Pengurus Harian Yayasn Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menegaskan, pihaknya menolak rencana mogok Sekarga dan APG, jika berdimensi mengganggu pelayanan pada konsumen.


Pasalnya, kata Tulus, sebagaimana dijamin dalam UU Perlindungan Konsumen, dan juga UU tentang Penerbangan, konsumen berhak mendapatkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan saat meggunakan jasa penerbangan.


"YLKI bisa menghargai rencana mogok tersebut, jika tidak berimbas pada aspek pelayanan pada konsumen. Khawatirnya ini bisa menjadi pelanggaran hak-hak konsumen. Dan hal tersebut bisa menimbulkan sikap antipati konsumen kepada Sekarga dan APG,'' ujar Tulus dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Jumat (1/6)


YLKI mengingatkan, agar Sekarga dan APG untuk tidak mogok total kapanpun momennya, apalagi saat puncak arus mudik. Bernegosiasilah secara intensif dengan pihak managemen GA dan pemerintah secara elegan, tanpa mengorbankan hak-hak konsumen.


Terpisah, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mempertanyakan motif Sekarga dan APG, mengancam melakukan aksi mogok saat musim mudik Lebaran 2018.


"Aksi mogok tentu dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran arus mudik melalui transportasi udara. Jadi jangan melakukan mogok," ujar Budi.


Budi mengatakan, pilot sejatinya adalah profesi yang membanggakan karena memiliki tanggung jawab mulia memastikan keselamatan ratusan penumpang. Mereka diharapkan tidak mengkhianati kepercayaan para calon penumpang yang hendak mudik melalui jalur udara.


"Saya pikir kalau itu dilakukan, mencederai komitmen kita sebagai anak bangsa," ujar Budi.


Lebih lanjut, Budi menyampaikan, sebagai BUMN, Garuda juga diharapkan senantiasa bisa menjaga kualitas pelayanan kepada para calon penumpangnya. Budi mengajak para karyawan Garuda untuk berunding dengan pemerintah alih-alih mogok. 


"Kita harus bangga dengan Garuda, kita harus jaga bersama. Kalau ada masalah, silakan bicarakan," ujar Budi. 


Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore