Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Maret 2018 | 21.42 WIB

Dokter RSPAD Ceritakan Rumitnya Proses Operasi Mata Nyak Sandang

Nyak Sandang setelah operasi katarak mata kirinya di RSPAD Gatot Subroto, Rabu (28/3). - Image

Nyak Sandang setelah operasi katarak mata kirinya di RSPAD Gatot Subroto, Rabu (28/3).

JawaPos.com - Operasi katarak pada mata kiri Nyak Sandang berhasil dilakukan Rabu (28/3) pagi.


Namun, tim dokter mengaku sempat mengalami beberapa kesulitan dalam mengoperasi pria berumur 91 tahun tersebut.


Kepala Departemen Mata di RSPAD Gatot Subroto, dr. Subandono Bambang Indrasto, SpM, MM menjelaskan operasi ini bukanlah yang mudah dan butuh kehati-hatian.


"Setengah jam saja tadi operasinya. Bapak (Nyak Sandang) cukup sulit memang karena sudah tua dan katarak jadi keras. Tapi semua terlaksana dengan baik," ujar dr Bambang saat ditemui JawaPos.com di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (28/3).


Dalam proses operasi, Bambang melihat selaput katarak yang lengket, rumit, dan warnanya telah menjadi coklat. Padahal, normalnya warna selaput katarak adalah putih keabu-abuan.


Bambang menambahkan, timnya yang dipimpin anggota tim dokter kepresidenan, dr Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM(K), PhD menanamkan lensa tanam buatan pada mata kiri dalam posisi yang baik.


Teknik operasi, lanjut Bambang, yang dilakukan adalah menyedot selaput katarak menggunakan pipa, atau masyarakat mengenalnya dengan istilah laser.


Setelah semua selaput katarak tersedot, dimasukkan lensa baru yang akan mengembang dengan sendirinya begitu selesai dimasukkan.


"Pascaoperasi yang semula jari kita hanya dilihat cuman jarak sekitar 20 cm, hari ini sudah cukup jelas jarak pandangnya satu meter," terangnya.


"Masa penyembuhan ini akan memakan waktu sekitar tiga hari. Selanjutnya kemungkinan pasien sudah bisa kembali ke rumah," lanjut Bambang.


Ada beberapa pantangan setelah operasi yang tidak boleh dilakukan Nyak Sandang, seperti tidak mengejan ketika buang air besar dan tidak mengucek mata. Diharapkan, hal ini dapat menghindari infeksi pada mata.


Sementara, usai matanya dioperasi Nyak Sandang pun berterima kasih pada Presiden dan tim dokter RSPAD Gatot Subroto.


Mendengar ini, dr. Bambang pun terharu mendengar ungkapan Nyak Sandang. "Saya sebagai anak bangsa merasa malu, seharusnya beliau sudah ditemukan dan diobati sejak dulu. Beliau itu merupakan salah satu donatur pendiri pesawat. Maka harus dihargai jasanya," pungkasnya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore