
Presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie ketika masih sehat.
JawaPos.com - Kondisi Presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie, yang menurun dan tengah mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit di Jerman, perlu dikawal pemerintah Indonesia dengan mengirimkan dokter kepresidenan.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy berharap, agar pemerintah dapat segera mengirim tim dokter kepresidenan ke Jerman untuk membantu atau mensupervisi kemungkinan operasi yang akan dilakukan untuk Habibie.
Pengiriman itu bukan hanya karena standar protokol untuk Habibie yang merupakan Presiden ke-3 Indonesia, melainkan jangan sampai Indonesia sebagai tanah tumpah darah suami almarhumah Ainun Habibie itu justru kalah perhatian dengan Jerman yang hanya merupakan tempat studinya.
"Sehubungan kondisi Pak Habibie, saya berharap pemerintah dapat segera mengirim tim dokter kepresidenan sebagai bagian dari prosedur dan penghargaan kita kepada putra bangsa yang pernah memimpin kita yang tengah dirawat di negara lain," demikian dikatakan Rommy di Jakarta sebagaimana yang tertulis di dalam keterangan persnya Minggu (4/3).
Begitu juga dengan spesifikasi dokter yang dikirim harus terdiri atas seluruh spesialis yang dibutuhkan untuk merawat Habibie. "Saya mengajak kita semua mendoakan kesembuhan pak Habibie. Bagi umat Islam, mari bersama-sama mengirimkan bacaan surat Al-fatihah untuk kesembuhan beliau," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya Sekretaris Pribadi Habibie, Rubijanto mengabarkan bahwa saat ini kondisi kesehatan pencipta pesawat Gatot Kaca itu mengalami penurunan. BJ Habibie dirawat di Klinik Starnberg Muenchen, Jerman sejak beberapa hari yang lalu.
Rubijanto menjelaskan, Habibie bermasalah dengan klep jantungnya yang bocor sehingga butuh perawatan intensif. "Harus terus diawasi dan dipantau sampai bapak benar-benar pulih," jelas dia.
Sebelumnya, pada Kamis (1/3) sekitar pukul 20.00 WIB atau 14.00 waktu Muenchen, Rubijanto sempat berkomunikasi lewat telepon dengan Habibie. Presiden ke-3 Indonesia itu dikatakannya sulit bernapas sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Dengan suara parau beliau menjelaskan bahwa pada awalnya sulit dan sesak bernapas. Kejadiannya Selasa (27/2). Maka, rekan-rekan langsung membawa Bapak BJ Habibie ke Klinik Starnberg di Muenchen," lanjut Rubijanto.
Tim medis, terang Rubi, menemukan klep jantung Habibie bocor. Akibatnya, ada penumpukan air pada paru-paru sampai 1,5 liter. Lantaran hal inilah Habibie sulit bernapas.
"Nanti tim dokter akan melakukan pemasangan kateter (dari mulut) untuk mengetahui persisnya kebocoran klep jantung dan untuk menentukan tindakan mana yang lebih tepat akan ditempuh," katanya.
Saat ini Pemerintah Jerman memberikan perhatian penuh dan menawarkan apa yang dapat dibantu untuk mengembalikan kondisi kesehatan Habibie seperti semula.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
