Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Desember 2017 | 13.13 WIB

Pemerintah Buka Pelatihan Khusus TKI Bermasalah

Ilustrasi TKI - Image

Ilustrasi TKI

JawaPos.com - Duta Besar Indonesia untuk Qatar Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi memanfaatkan momen perayaan International Migrant Day dengan meresmikan Training Centre MIQASIA (Migran Qatar Indonesia), kemarin.


Pusat pelatihan ini ditujukan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah yang berada di shelter KBRI Doha.


Basri mengatakan, keberadaan Training Centre MIQASIA bertujuan untuk memberikan bekal ketrampilan kepada penghuni shelter, agar memiliki tambahan pengetahuan, ketrampilan dan sikap atau kompetensi yang lebih baik.


Mantan Irjen TNI itu mengutarakan bahwa pelatihan ini juga untuk mengisi waktu bagi para migran yang umumnya didominasi tenaga kerja wanita, sambil menunggu dipulangkan.


"Kami harap para migran itu merasakan keberadaan pemerintah dan sekaligus agar migran memiliki bekal di Tanah Air dan tidak kembali ke Qatar sebagai pekerja domestik," ujar dia sebagaimana dilansir RMOL.co (Jawa Pos Grup).


Mantan Anggota DPR RI tersebut menjelaskan bahwa jumlah PMI di Qatar sekitar 40 ribu. Rinciannya, 10 ribu adalah tenaga kerja terampil dan sisanya 30 ribu tenaga kerja infomal.


"Sekitar 0,4 persen dari total jumlah PMI yang mengalami masalah di Qatar," tambah dia.


Menurut pejabat KBRI Doha, Boy Dharmawan, meski telah diberlakukan kebijakan moratorium pengiriman PMI informal ke kawasan Timur Tengah, khususnya Qatar sejak Mei 2015, namun pada kenyataannya masih banyak PMI Informal masih berdatangan ke Qatar.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore