
Ustad Abdul Somad
JawaPos.com - Penolakan terhadap dai kondang Ustad Abdul Somad cukup mengagetkan publik. Ustad Somad selama ini dikenal sebagai pendakwah kesayangan umat. Dakwahnya yang mencerahkan, ditambah guyonan khasnya membuat alumnus Al Azhar Kairo Mesir itu menjadi primadona.
Bahkan, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar serta Menpora Imam Nahrawi menyebut Abdul Somad sebagai dai favorit mereka.
Tudingan Ustad Somad sebagai orang yang anti-NKRI pun jelas sangat mengada-ada. Ketika ceramah di Masjid An Nur, Denpasar, Bali, Jumat malam (8/12), pria yang pernah menimba ilmu di Darul Hadist Maroko itu menceritakan tentang kecintaannya kepada NKRI.
Ya, sekembalinya merantau dari Benua Afrika, Abdul Somad lantas ingin mengabdi menjadi dosen perguruan tinggi negeri di Riau, Pekanbaru.
Dia pun ikut sejumlah rangkaian tes, salah satunya mengenai kecintaan dan kesetiaan pada NKRI.
Bahkan, dua kali dalam setahun, dirinya berkunjung ke desa-desa terpencil di pelosok untuk berdakwah. "Dan bersama masyarakat pedalaman saya mengibarkan bendera merah-putih," tegas Ustad Somad yang langsung disambut gemuruh para jamaah, dilansir RMOL.co (JawaPos Grup), kemarin (10/11).
Pada bagian awal ceramahnya, Ustad Somad mengatakan bahwa dirinya tidak percaya masyarakat Bali menolak kehadirannya. Kalau pun ada, itu adalah oknum yang tidak mendapatkan informasi yang benar.
"Internet ini sarang isu. Tapi karena internet juga masyarakat Muslim Bali mengenal saya. Jadi sikap saya pada internet ini benci tapi rindu. Mau dirindu, dia penyebar isu. Mau dibenci, masyarakat kenal kita karena dia," ujar Ustad Somad.
"Maka jalan tengahnya adalah tabayyun. Diambil dari kata bayan, (yang artinya) jelas. Maka kalau ada info yang tidak jelas, mari minta kejelasannya," sambung dia lagi.
Dengan demikian, saat muncul isu yang mengatakan dirinya ditolak di Bali karena anti-NKRI dan radikal, Ustad Somad tidak percaya.
"Jadi kalau ada isu saya anti kebinekaan, anti-NKRI, ini pasti dibuat oleh orang yang tidak punya paket (data untuk akses internet)," demikian Abdul Somad disambut tawa jemaah yang menghadiri ceramahnya itu.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah organisasi masyarakat di Bali yang menamakan diri Komponen Rakyat Bali (KRB) berunjuk rasa di depan Hotel Aston, Denpasar.
Massa, yang membawa senjata tajam seperti parang, meminta agar Ustad Somad diusir dari Bali. Massa awalnya hanya disilakan berunjuk rasa di depan hotel tetapi kemudian merangsek masuk. Polisi terpaksa memediasi perwakilan massa dengan pihak panitia.
Namun mediasi buntu. Kelompok demonstran meminta Ustad Somad mengikrarkan janji sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di bawah Alquran yang akhirnya dipenuhi.
Tapi tuntutan lain terus datang dari demonstran. Begitu negosiasi buntu, Ustad Somad dilarikan ke kamar hotel, sementara massa di luar hotel merangsek ke dalam ruang pertemuan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
