
Pratu Jefri anggota Korps Marinir TNI AL dengan Berbagai Prestasi
JawaPos.com - Pratu Jefri masih terbilang cukup muda meraih berbagai prestasi. Jefri memulai pendidikannya di Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 2011 sebagai Tamtama angkatan 31.
Jefri memulai karirnya pada 2012 di Korps Marinir TNI AL dengan penempatan tugas di Kompi Garuda Unit 6 Marinir Cilandak, Jakarta Selatan. Bermodal keyakinan, dari desa akhirnya ia bisa lolos menjadi anggota TNI.
Awalnya, pria kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur, tahun 1992 ini hanya sebatas tentara sipil tidak banyak memiliki kemampuan di bidang kelautan. Namun, seiring berjalannya waktu, ia banyak mengikuti berbagai pelatihan termasuk salah satunya rowing (dayung). Selanjutnya, ia selalu ikut kejuaran dayung antar batalyon dan tamtama.
"Saya memang awalnya dari tentara bukan atlet, dasar dari sipil atlet. Bermula dari ikut kejuaraan dayung antar kesatuan antarbatalyon, antartamtama, antarArmabar," kata Jefri kepada JawaPos.com, Jakarta, Sabtu (28/10).
Mengetahui dirinya mempunyai bakat terpendam sebagai atlet dayung, kemudian ia mengikuti seleksi perekrutan atlet dayung mewakili Provinsi DKI Jakarta sebagai atlet dayung dragon booth.
"Selalu juara antar batalyon, saya ikut seleksi perekrutan untuk mewakili DKI Jakarta sebagai atlet dayung dragon booth," ujar Jefri.
Dalam perjalanannya, keberhasilan Jefri bukan hanya sebatas pada bidang militer, tapi juga sebagai atlet. Keberhasilan dari awal tingkatan antarprovinsi di Indonesia, kemudian Jefri mengikuti Kejuaraan Nasional Rowing pada 2015. "Ikut Kejurnas 2015, saya dapat medali emas," ungkapnya dengan bangga.
Bahkan keberhasilan Jefri tidak hanya sampai tingkatan nasional, kemudian ia berhasil mewakili institusi TNI dan juga Indonesia dalam kejuaraan tingkat internasional.
Berbagai kejuaraan tingkat internasional seperti World Cup Liga di Swiss, Navigation Systems Researsch Foundation (NSRF) di Belanda, Under Twenty Three di Bulgaria dan Thailand Asian Champion Rowing di Thailand.
"Kejuaraan di Belanda menghasilkan satu emas dan satu perak, di Bulgaria menghasilkan perunggu, di Swiss juara nomor 4, di Thailand mendapat satu emas," paparnya.
Saat ini, Jefri tengah sibuk mengikuti pelatihan nasional cabang olahraga dayung untuk mewakili Indonesia pada Asian Games 2018 mendatang.
"Saat ini fokus Asian Games, tahun berikutnya sudah terjadwal juga di berbagai negara seperti Belanda dan Bulgaria," tutur Jefri dengan penuh semangat.
Keberhasilan itu kata Jefri, tidak lepas dari sikap optimis dan yakin akan pencapaian suatu yang ingin di raih. "Jadi untuk semboyan saya, yang penting yakin, apa yang kita inginkan kalau nggak dikerjakan terlebih dahulu tidak dapat hasil," harap Jefri.
Menurut Jefri, semangat dan kerja keras merupakan bagian yang tidak terlepaskan dari suatu keberhasilan. "Selama kita sudah usaha tapi hasilnya belum tercapai, harus lebih berjuang lagi berusaha lagi," tandas Jefri.
"Pokoknya kalau ada kemauan ada jalan di situ," tukasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
