
Pengamat Pertanian, Nur Mahmudi Ismail.
Nur Mahmudi mengusulkan agar melibatkan semua kelompok petani dengan benar prosesnya.
Kemudian bedakan pula antara beras jenis medium dan premium sehingga tidak menjadi rancu.
“Beras saat ini agar dikelola dengan baik ilmunya gampang hanya bertani. Sekarang
petaninya bagaimana aagar terlibat di dalam proses buat beras, beras dijual harga berapa,
jual beras saat ini dgn tipe apa saja," jelas dia.
"Agak rancu antara beras ada bekatulnya dan tidak. Beras tak ada bekatul dijual mahal. Misalnya harga beras tingkat utuhnya sekian, beras yang isinya 50 persen beras utuh, 50 persen beras pecah sekian. Agar jelas,” tandasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
