
Gerai 7-Eleven di Cikini, Jakarta Pusat yang ikut tutup
JawaPos.com - Tutupnya gerai convenience store 7-Eleven secara nasional per hari ini, Jumat (30/6) sangat meninggalkan duka bagi mantan pegawainya. Betapa tidak retail ini dulu sempat jadi primadona anak muda dan kini tutup begitu saja dengan penuh tragis.
Dulu di masa kejayaannya, Sevel menjadi salah tujuan berkumpulnya masyarakat. Baik hanya sekadar nongkrong, meeting kecil, ataupun juga lepas kangen. Bahkan bagi kaum mahasiswa Sevel jadi salah satu altenatif untuk mengerjakan tugas kuliah.
Pasalnya Sevel selain menyediakan semua makanan dan minuman cepat saji yang segar juga dilengkapi dengan beragam fasilitas. Mulai dari jaringan internet gratis alias wifi, tempat parkir luas, nongkrong tidak dibatasi waktunya.
Bahkan tak jarang pihak gerai menyediakan beragam promosi dan menggelar nonton bareng setiap event pertandingan sepak bola. Maka tak heran anak muda untuk berlama-lama ada di Sevel. Namun kini tempat nongkrong anak muda yang ciamik itu hanya tinggal kenangan saja.
Ardi, salah seorang mantan pegawai Sevel mengaku sedih karena bekas tempatnya bekerja telah tutup. Selama dua tahun bekerja, tepatnya dari 2014 sampai 2016 banyak kenangan yang membekas baginya.
"Kenangan sampai begadang kerja, terus lebaran pun masuk kerja, kerja yang kekeluargaan teman-teman asyik, kalau di luar juga masih nongkrong bareng," ujar Ardi kepada JawaPos.com, Kamis (30/6).
Bahkan di tempat kerja ini lah Ardi menemukan jantung hatinya, alias istri. Semula dia di sini terlibat cinta lokasi (cinlok) dengan kekasih yang sudah dijadi istrinya. "Di sini kenal Maya yang kini jadi istri saya," ungkapnya.
"Memang sedih sih sebenarnya karena harus tutup juga, tapi memang mungkin sudah masannya karena kalah bersaing dengan tempat nongkrong baru," kata mantan pegawai Sevel di kawasan Fatmawati ini.
Pria yang tinggal di kawasan Ciledug ini menambahkan, di 2016 Sevel sudah kelihatan sepi peminat. Jarang sudah anak muda nongkrong tidak seperti tahun keemasannya di 2009 silam.
Ardi menduga, sepinya peminat untuk nongkrong di Sevel ini lantaran pemerintah melarang berjualan alkohol. Padahal apabila orang membeli minumal alkohol pasti banyak jajanan yang dibeli. Apalagi orang yang nongkong itu banyak. Tidak mungkin hanya membeli satu botol alkohol saja. "Kalau orang yang jajan alhokol banyak yang dibeli misalnya kacang, dan makanan ringan lainnya," pungkasnya.
Diketahui, 7-Eleven merupakan gerai franchise yang dikelola oleh PT Modern Putra Indonesia, anak perusahaan PT Modern International. Selama ini PT Modern International dikenal sebagai distributor Fujifilm di Indonesia.
Hingga tahun 2017, 7-Eleven pernah membuka cabang sebanyak 30 gerai di Jakarta saja. Pemerintah Indonesia terus mengawasi retail ini agar tidak berubah menjadi minimarket, karena menurut undang-undang, kepemilikan waralaba minimarket harus dari pihak lokal.
Kini gerai 7-Eleven di Indonesia terpaksa tutup akibat batalnya diakuisisi oleh PT Charoen Pokphand Restu Indonesia. (cr2/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
