
Ilustrasi
JawaPos.com – Para orang tua mengungkapkan keluh kesah mereka menghadapi tahun ajaran baru sekolah. Hari Raya Lebaran yang bertepatan dengan tahun ajaran baru, membuat mereka putar otak untuk menyisihkan pengeluaran. Tunjangan Hari Raya (THR) dan tabungan yang sudah disimpan sebelumnya, langsung dikuras untuk membayar biaya sekolah.
Orang tua yang paling merasa kesulitan adalah jika mereka memiliki buah hati yang hendak masuk ke sekolah dengan jenjang yang baru seperti baru masuk SD, SMP, atau SMA. Paling pusing lagi, jika anak mereka harus masuk sekolah swasta yang membayar uang pangkal.
Orang tua Deby siswa SD di Depok, Yopi Setiabudi warga Cilodong mengaku pusing tujuh keliling karena harus mempersiapkan uang lebih besar dan menyisihkan uang untuk Lebaran. Beruntung, anaknya diterima sekolah negeri di SMPN 4 Depok, sehingga bebas uang pangkal.
“Saat ini masih mikir buat liburan Lebaran karena liburnya juga panjang. Untungnya sudah masuk sekolah negeri jadi enggak terlalu pusing,” katanya kepada JawaPos.com, Rabu (28/6).
Namun Yopi tetap mempersiapkan kocek hingga Rp 2 juta untuk membeli keperluan perlengkapan sekolah. Misalnya seragam, tas, buku, dan buku tulis.
“Tetap saja harus beli perlengkapan. Sepatu harus beli karena masuk SMP kaki tambah besar. Buku tulis pasti harus beli, seragam apalagi karena beda dengan SD. Semoga anaknya mengerti tidak harus bermerek,” harapnya.
Orang tua lainnya, Areinta warga Pancoranmas, Depok lebih pusing lagi. Dia harus menyiapkan uang tunai Rp 5 juta selain kebutuhan Lebaran. Rezeki yang diperolehnya sebelum Lebaran, disisihkan 50 persen untuk digabung dengan tabungan guna membayar keperluan sekolah. Hal itu karena buah hati Areinta harus masuk SMP swasta sekolah islam.
“Bayar uang pangkalnya saja Rp 4 juta. Kalau sepatu untungnya sudah beli saat Lebaran jadi enggak beli lagi. Uang pangkal itu sudah termasuk buku dan seragam. Paling saya hanya tambah untuk keperluan tas dan lainnya. Ini bukan pusing lagi, saya bingung bayar pakai daun apa duit,” katanya tertawa. (cr1/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
