Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Mei 2017 | 09.40 WIB

Mahasiswa Islam Perjuangkan Hak Perempuan dan Anak

Liazul Kholifah - Image

Liazul Kholifah

JawaPos.com - Masalah perlindungan perempuan dan anak dianggap masih banyak memiliki pekerjaan rumah. Sistem yang belum berpihak pada perempuan dan anak ini, membuat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melatih kader-kadernya sebagai agen perubahan untuk memperjuangkan isu ini.

Hal itu tertuang dalam Kongres XIX di Palu pada 15-19 Mei 2017. Kongres bertema “Meneguhkan Konsensus Bernegara Untuk Indonesia Berkeadaban” ini diikuti oleh kurang lebih 1200 orang yang terdiri dari peserta dan peninjau. Sejak organisasi ini didirikan pada 17 April 1960, anggota PMII memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap permasalahan perempuan dan anak. Pada pelaksanaan Kongres XIX, PMII juga meluncurkan lima buku berkaitan dengan materi kaderisasi baik formal maupun kaderisasi non formal.

“Buku-buku tersebut diharapkan menjadi pegangan kader dalam melakukan kaderisasi di cabang-cabang. Agar anggota memiliki sensitivitas terhadap permasalahan umat di masyarakat termasuk isu anak dan perempuan,” ujar Kandidat Ketua Umum Pengurus Besar PMII Putri, Liazul Kholifah, dalam keterangan tertulis, Selasa (16/5).

Menurut Lia, permasalahan perempuan dan anak kian kompleks. Globalisasi dan modernisasi telah membawa perubahan yang sangat cepat dan berpengaruh pada kehidupan perempuan dan anak.

“Sebagai bagian dari elemen gerakan perempuan, kami gencar berkampanye soal isu-isu berkaitan dengan masalah perempuan dan anak. Secara organisasi kader, kami berharap organisasi ini dapat berfungsi menjadi laboratorium solusi," paparnya.

Lia menjelaskan masalah-masalah perempuan yang membutuhkan respon cepat antara lain kekerasan seksual, kekerasan anak, nikah anak, masalah buruh, advokasi petani dan lain sebagainya. Karena itu untuk terjun dalam masalah ini diperlukan kader-kader yang langsung mengetahui masalah.

“Setiap hari kader berinteraksi dan komunikasi dengan kader lain yang berbeda pemikiran maka terjadilah transformasi gagasan," tutup Mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia Fakultas Kesehatan Masyarakat ini. (cr1/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore