
Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan ke Toko Tani Indonesia Center di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (6/2)
JawaPos.com - Ketersediaan stok pangan murah dan berkualitas sangat dibutuhkan masyarakat. Sebab, fluktuasi harga di lapangan yang terkadang membuat daya beli masyarakat menurun. Misalnya saja ketika harga cabai rawit melambung sejak awal Januari 2017 lalu.
Berangkat dari hal itu, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengoptimalkan keberadaan Tokok Tani Indonesia (TTI) di areal Jabodetabek. Hari ini (6/2), TTI mendistribusikan pengiriman perdana komoditas pangan strategis ke 22 TTI di Jakarta.
Rinciannya beras tujuh ton, gula pasir tiga ton, bawang merah 650 kilogram, cabai merah 600 kilogram, dan daging sapi 500 kilogram. Sementara dari sisi harga, TTI melepas kepada konsumen di bawah harga pasaran. Untuk bawang merah misalnya, mereka menjual Rp 27 ribu per kilogram. Pun dengan daging sapi, harga yang dibanderol hanya Rp 73.000 per kilogram.
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan, keberadaan TTI punya posisi strategis buat memutus rantai pasok pangan. Sehingga, komiditi pangan yang dibeli masyarakat mudah terjangkau.
"Karena seperti yang kita tahu, fluktuasi pasokan dan harga komoditas pangan tidak hanya merugikan petani (produsen), pengolah pangan, atau pedagang. Konsumen atau warga pun terkena imbasnya," ungkap Amran di TTI Center, Ragunan, Jakarta Selatan.
Amran menjelaskan, saat ini terdapat 1000 TTI di Jabodetabek. "Sekarang kami sedang menyiapkan mobil keliling yang menyediakan komiditi pangan utama. Mereka ini nanti keliling ke lingkungan atau rumah susun warga," jelas dia.
Dia mengungkapkan, saat ini Kementan memiliki 500 ribu kelompok tani, yang notabene bagian penting eksistensi TTI.
"Kami harap dengan semakin banyaknya TTI, rantai distribusi pangan semakin efisien. Dengan kata lain, bisa mengurangi disparitas harga antara produsen dan konsumen," jelasnya.
Di kesempatan itu, Amran juga mengujungi sejumah stand/los pedagang di TTI Center. Sekaligus memantau aktivitas jual beli di sana.
Penanggung Jawab Stand Indoguna Utama, Dimas Andika Putra mengatakan, antusiasme masyarakat yang datang ke TTI Center cukup tinggi. Dalam sehari, dia mampu menjual hingga 500 kilogram daging sapi. "Bahkan pada hari tertentu bisa satu ton," jelas dia kepada JawaPos.com.
Dimas mengungkapkan, daging sapi yang dijualnya merupakan daging beku Australia."Harga per kilonya Rp 73 ribu. Kalau daging kerbau lebih murah lagi, cuma Rp 60 ribu. Itu dari India," tambah dia.(mam/JPG)

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
