
Mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono
JawaPos.com - Ketua Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengisahkan pengalamannya, bahwa ada temannya tidak berani mengangkat telpon darinya.
Hal itu dikarenakan, temannya tersebut takut kalau percakapan telpon dengan mantan Presiden Indonesia disadap.
"Karena diingatkan lingkar kekuasaan teleponnya disadap, sehingga saya bicara pakai utusan," ujar SBY di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (1/2).
Sementara SBY juga mengaku pernah diingatkan oleh seseorang, pada awal September 2016 lalu, saat melakukan kunjungan ke Jawa Tengah dan Jawa Barat. Jika seseorang mantan presiden dan ketua umum partai semua ponselnya telah disadap.
Namun SBY mengaku tidak percaya telponnya telah disadap, karena dirinya selalu mendapatkan pengawalan ketat dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres). Sehingga tidak mungkin akan disadap.
"Tapi saya masih belum yakin, apa iya telepon saya disadap," katanya.
Menurut pria kelahiran Pacitan ini, apabila benar telponnya telah disadap dirinya mengaku kecewa. Pasalnya seorang mantan kepala negara dengan mudahnya disadap oleh orang lain. Padahal selalu mendapatkan pengawalan dari Paspamres.
Karenanya, dia menduga kalau dirinya dengan mudah disadap, apalagi politikus lain dan juga masyarakat biasa. Hal itulah yang membuat dirinya kecewa.
"Nah kalau itu terjadi negara kita seperti rimba raya, hukumnya hukum rimba. artinya yang kuat menang dan lemah kalau. Padahal yang betul itu yang benar menang yang salah kalah," katanya.
Sementara, adanya dugaan penyadapan dirinya dengan Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin, yang terungkap pada saat persidangan kasus dugaan penistaan agama. SBY meminta aparat penegak hukum bertindak. Karena penyadapan tersebut bersifat ilegal dan melanggar Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yang acamannya bisa 10 tahun penjara.
"Hukum musti ditegakkan kalau institusi negara misal Polri atau BIN, menurut saya negara bertanggung jawab," katanya.
"Saya juga memohon Pak Jokowi Presiden kita memberi penjelasan, dari mana transkrip didapat, siapa yang menyadap," pungkasnya.
Sekadar informasi, Ahok sudah memberikan klarifikasi terkait adanya percakapan lewat telpon antara SBY dengan Ma'ruf Amin. Menurut Ahok dirinya bersama dengan kuasa hukumnya tidak pernah melakukan penyadapan terhadap SBY.
Menurut Ahok, informasi percakapan antara SBY dengan Ma'ruf Amin ia dapat dari situs media online tertanggal 7 Oktober 2016.(cr2/JPG)

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
