Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Januari 2017 | 03.51 WIB

Kalahkan Kanjeng Dimas, Mensos Sebut Punya Kartu Ajaib

Menteri Sosial Khodfifah Indar Parawansa Resmikan e-Warong - Image

Menteri Sosial Khodfifah Indar Parawansa Resmikan e-Warong

JawaPos.com – Pemerintah mengganti sistem penyaluran subsidi dalam program pengentasan kemiskinan dari pemberian kupon beras murah  dengan menggunakan kartu multi fungsi. Nantinya, peserta Program Keluarga Harapan (PKH) akan mendapatkan kartu yang terkoneksi ke sistem perbankan.


Menteri Sosial Khodfifah Indar Parawansa menjelaskan keuntungan program e-Warong atau Warung Gotong Royong   akan menggunakan kartu yang disebutnya sebagai kartu ajaib. Dia bahkan membandingkan dirinya dengan warga Probolinggo, Kanjeng Dimas, yang dapat menggandakan uang.  


Khofifah mengklaim program ini merupakan program pengentasan kemiskinan. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), lanjutnya, angka kemiskinan turun dari Maret 2016 yaitu 28,1 juta  warga miskin menjadi 27 juta warga miskin pada September 2016.


“Tinggal gunakan kartu keluarga sejahtera untuk program e-warong. Ini kartu agak sedikit ajaib, kalau ada yang bisa menggandakan uang yaitu Kanjeng Dimas di Probolinggo, maka kalau saya punya kartu ini. Kartu ini bisa cetak uang, caranya cek dulu ada enggak isinya,” jelas Khofifah saat meresmikan e-Warong di Depok, Senin (9/1).


Keluarga PKH umumnya mendapat 4 kali tahapan pencairan dana yang akan cair pada Februari 2017 untuk tahap pertama , dan bulan Mei pencairan kedua. Khofifah menyarankan pengambilan dijadikan satu agar dananya dapat digunakan menjelang tahun ajaran baru sekolah.


“Kalau warga sudah menabung, berarti tak ada yang punya utang. Enggak ada yang terpaksa utang ke rentenir. Kami sedang cari solusi, maka solusinya e-warong. PKH ini memutus mata rantai kemiskinan, anak bisa sehat dan sekolah,” katanya.


Khofifah menambahkan cara memutus mata rantai kemiskinan lewat pemberdayaan ekonomi e –warong ini membuat masyarakat boleh bermimpi akan bisa punya warung. Masyarakat menjadi nasabah bank dengan dipayungi badan hukum koperasi.


“Coba kenapa kartu ini ajaib, dana Rp 110 ribu program PKH yang didapatkan, maka di e-Warong masyarakat jika ingin membeli beras sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 8 ribu per liter, beli 10 liter Rp 80 ribu. Lalu gula lebih murah hanya Rp 12.500 per kilogram. Jika beli dua kilogram hanya Rp 25 ribu. Sisanya masih ada uang Rp 15 ribu untuk ditabung,” jelasnya.


Kartu tersebut dapat digunakan untuk berbelanja di e-warong, memperoleh dana PKH, mendapat subsidi listrik, atau gas 3 kilogram nantinya. Khofifah menambahkan Presiden Joko Widodo tengah meminta agar HET gula diturunkan menjadi Rp 12 ribu di seluruh Indonesia, sekalipun di Wamena, Papua.


“Lalu untuk penyandang disabilitas sama kartunya, hanya ada logo kursi roda. Sama bentuknya ada logonya,” tutupnya. (cr1/JPG)


Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore