Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Desember 2016 | 17.17 WIB

Diduga Mabuk, Pilot Citilink Dilarang Terbang Kemenhub

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Pilot maskapai penerbangan Citilink, Kapten Tekad Purna diduga mabuk sebelum menerbangkan pesawat dengan rute Surabaya-Jakarta, pada Rabu (28/12).



Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Bambang S Ervan mengaku memohon maaf kepada masyarakat Indonesia atas adanya peristiwa pilot Citilink yang diduga mabuk pada saat bertugas.



Menurut dia, saat ini Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara sedang melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap dan teliti terhadap pilot tersebut.



"Dan sampai hasil pemeriksaan keluar,  pilot dilarang terbang (gounded)," ujar Bambang dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (30/12).



Kemenhub juga dituturkannya, telah menginstruksikan langsung kepada manajemen Citilink untuk mengambil langkah yang tegas kepada yang bersangkutan. Apabila hasil pemeriksaan kesehatan dan pelaksanaan prosedur secara sistematis ditemukan pelanggaran, maka Kapten Tekad Purna dipastikan mendapatkan sanksi keras.



"Kemenhub selalu tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh awak pesawat, yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan," katanya.



Sekadar informasi, insiden tersebut terjadi dalam penerbangan Citilink dari Bandara Juanda, Surabaya, menuju Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin (28/12). Pesawat yang seharusnya take off pukul 05.15 WIB tertunda terbang hingga satu jam karena pilot yang bertindak aneh. 



Nursyamsi, salah seorang penumpang, menceritakan, pilot Tekad Purna menyampaikan pengumuman dari kokpit dengan cara yang tidak biasa. "Ngomongnya tidak jelas. Karena itu, penumpang panik," katanya.



Setelah itu penumpang diminta kembali ke ruang tunggu. Pihak maskapai memutuskan untuk mengganti pilot.



Sejumlah kru membawa pilot keluar dari pesawat. Dia berjalan sempoyongan. Wajahnya ditutup kain. Dia digiring menuju klinik PT Angkasa Pura untuk menjalani pemeriksaan.



Setelah pergantian pilot, pesawat dengan kode penerbangan QZ-800 tersebut akhirnya terbang menuju Jakarta. Namun, tidak semua penumpang ikut. Sebanyak 15 orang membatalkan penerbangan. Manifes mencatat ada 152 penumpang de­wasa, sembilan anak, dan dua bayi.(cr2/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore