Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Oktober 2018, 21.00 WIB

Kami Bukan Lagi Disability, tapi Ability

Perenang Indonesia, Jendy Pangabean saat turun di nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra dalam Asian Para Games di GBK Aquatic Center, Senayan, Jakarta, Jumat (12/10). Jendy berhasil menyabet perak dengan torehan waktu 1 menit 6,8 detik. - Image

Perenang Indonesia, Jendy Pangabean saat turun di nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra dalam Asian Para Games di GBK Aquatic Center, Senayan, Jakarta, Jumat (12/10). Jendy berhasil menyabet perak dengan torehan waktu 1 menit 6,8 detik.

JawaPos.com - Total tiga emas yang disumbangkan tim para swimming di Asian Para Games (APG) 2018. Salah satunya dari nomor 100 meter punggung S9 andalan saya. Mampu memenuhi target tersebut tentu merupakan kebanggaan sekaligus menjawab harapan dari pemerintah.


Dengan prestasi ini, saya ingin masyarakat tahu. Kami penyandang disabilitas dengan segala keterbatasan mampu berprestasi dan mengharumkan nama bangsa. Kini sudah tidak ada lagi perbedaan.


Kita semua sama. Kami bukan lagi disability (ketidakmampuan), tapi ability (kemampuan). Kami ini mampu. Kami ini bisa. Momen ini membuat saya pribadi lebih percaya diri.


Memang, awalnya sempat minder dipandang lain oleh masyarakat. Bahkan, ada yang menghina. Sempat hanya meratapi nasib dan memikirkan masa depan yang mungkin tidak jelas. Sebab, saya terlahir dalam kondisi tidak kekurangan apa pun secara fisik.


Tapi, kini saya sudah menerima. APG 2018 membuktikan kekurangan yang saya alami justru menjadi anugerah. Bukan musibah. Menekuni hobi dengan semangat berlatih dan bekerja keras. Semuanya butuh proses. Tidak mudah.


Saya hanya merasa memiliki bakat renang. Dan, hanya ingin berenang. Mulai hanya berenang di sungai dekat rumah, Desa Sugihwaras, Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan, hingga bergabung dengan klub Lumban Tirta Palembang.


Meski begitu, APG kali ini bukan akhir. Justru menjadi awal yang baik untuk lebih berprestasi. Target saya selanjutnya, berharap bisa mengikuti Paralimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Ini multievent dunia kali kedua saya. Di Paralimpiade 2016 Rio, Brasil, lalu gagal.


Namun, langkah menuju Tokyo juga tidak mudah. Harus memenuhi limit poin dengan mengikuti beberapa seri World Para Swimming Championships sepanjang 2019. Salah satunya yang terdekat, yakni seri Kuching, Malaysia, 29 Juli sampai 4 Agustus.


Saya sangat berharap kesuksesan di APG ini bisa lebih mendorong pemerintah maupun NPC (Komite Paralimpik Nasional) Indonesia agar lebih rutin mengirimkan kami, tim renang, ke berbagai kejuaraan. Baik di dalam maupun luar negeri.


Dengan prestasi ini, saya juga berharap menginspirasi para penyandang disabilitas lainnya supaya tidak berputus asa. Saya bisa, kalian pun pasti bisa. 


*) Peraih emas 100 meter renang gaya punggung putra S9 APG 2018

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore