Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Juli 2018 | 05.06 WIB

Dilalui Sesar, Sulteng Rawan Gempa, Ini Saran Tim Ekspedisi Palu Koro

Beberapa situs megalitikum di Sulawesi Tengah (Sulteng). Wilayah ini dilalui patahan aktif disebut sesar Palu Koro - Image

Beberapa situs megalitikum di Sulawesi Tengah (Sulteng). Wilayah ini dilalui patahan aktif disebut sesar Palu Koro

JawaPos.com - Sesar Palu Koro yang membentang dari Palu hingga Teluk Bone merupakan salah satu patahan aktif di wilayah Indonesia. Bencana alam pun meningtai masyarakat yang tinggal di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dilewati sesar ini.


Maka guna mengantisipasi bencana tersebut, Ketua Tim Ekspedisi Palu Koro Trinurmalaningrum berharap warg sekitar mau merenovasi huniannya. Tak perlu membangun rumah beton. Trini, sapaan Trinurmalaningrum, mengatakan, rumah yang terbuat dari kayu maupun bambu juga bisa tahan gempa, asal memiliki konstruksi bagus.


"Rumah-rumah asli Indonesia itu sebenarnya sudah tahan gempa. Di daerah-daerah badai itu kami temukan rumah yang masih rapi. Padahal sudah sekian kali kena gempa,” katanya di Jakarta, Jumat (27/7).


Pemerintah juga diharapkan memasang rambu-rambu evakuasi, khususnya di wilayah pesisir. Misalnya, petunjuk arah atau jalur evakuasi, tempat titik kumpul, dan sebagainya. Hal inilah yang kata Trini belum ia temukan di Sulteng.


"Misalnya, di wilayah dataran pinggir laut kalau ada tsunami bagaimana itu harusnya ada panduannya. Tempat evakuasi (di mana), arah kiri atau kanan. Harusnya dipasang. Kemarin saya ke sana nggak ada," sambungnya.


Trini menambahkan, kemampuan mitigasi bencana masyarakat juga masih kurang. Selain itu, infrastruktur seperti sistem air bersih jika terjadi bencana juga belum ada. Jalur logistik juga mesti dibenahi.


Padahal, kata Trini, jika melihat keadaan ekonomi di sana, semestinya infrastuktur seperti itu bisa segera dibangun. Maka dari itu, Trini berpendapat, pemahaman dan kesadaran masyarakat serta pemerintah akan potensi bencana itulah yang perlu ditingkatkan.


"Di sekitar Lore Lindu, sepanjang sungai Larian itu sunyai yang terakhir dilalui sesar Palu Koro, perekonomiannya sangat baik. Sebab, di sana kopi dan cokelat mendominasi sumber pendapatan masyarakat. Tetapi, ya itu, pengetahuan bencana masih minim banget," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore