Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 April 2018 | 19.45 WIB

Tak Bisa Tanda Tangan, Suku Badui Absen Pakai Cap Jempol

Suku Badui gunakan cap jempol sebagai pengganti tanda tangan - Image

Suku Badui gunakan cap jempol sebagai pengganti tanda tangan

JawaPos.com - Ada yang unik ketika proses pendataan Warga Suku Badui yang datang ke GOR Maulana Yusuf di Serang, Banten pada Sabtu, (21/4). Biasanya ketika pendataan orang akan melakukan tanda tangan, namun tidak bagi Suku Badui. Mereka gunakan cap jempol sebagai pengganti tanda tangan.


Pendataan dilakukan untuk mengabsen berapa warga yang akhirnya ikut dalam Seba Badui 2018. Peserta yang berjumlah 1.388 itu didata dan dimintai cap jempol mereka.


Hal ini dilakukan karena pada dasarnya warga Suku Badui ini buta huruf dan tak mengenal menulis atau membaca. "Mereka buta huruf, enggak tahu tanda tangan bagaimana," kata Eka Purwanti dari Dinas Pariwisata Kota Serang sekaligus panitia dalam acara yang bertema Exciting Banten on Seba Baduy 2018.


Sebelum melakukan Seba Badui, mereka beristirahat dan berkumpul di GOR Maulana Yusuf Serang, Banten sambil menunggu beberapa warga Suku Badui Dalam yang masih berjalan dari Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.


Seba adalah upacara penyerahan hasil bumi kepada pemerintah daerah oleh Suku Badui. Hal ini dilakukan rutin setiap tahun agar pemerintah daerah juga ikut lakukan pelestarian alam.


Suku Badui akan terus lakukan Seba setiap tahunnya, sebab mereka yakin bahwa jika ini tidak dilakukan, akan ada bencana, seperi longsor dan banjir di bumi manusia ini.






Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore