Ilustrasi seseorang sedang mengamati kalender Januari 2026. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Pembahasan kalender Tionghoa sering kali identik dengan pencarian hari baik. Padahal, dalam penanggalan tradisional ini juga dikenal hari-hari yang dinilai kurang menguntungkan.
Dalam tradisi Tionghoa, pembagian hari tersebut merujuk pada Tong Shu, almanak yang memetakan keselarasan waktu. Tujuannya bukan menakut-nakuti, melainkan membantu memahami ritme hari dalam satu bulan.
Menurut kalender Tionghoa (Tong Shu), sebagaimana tercantum dalam kalender Sinarmas edisi Januari 2026 yang didapatkan JawaPos.com, hanya ada tiga hari yang dikategorikan sebagai hari tidak baik (Unlucky Day). Jumlah ini tergolong sangat sedikit dibandingkan hari baik dan hari biasa.
Lima hari tersebut jatuh pada Kamis, 1 Januari 2026, Jumat 9 Januari 2026, Selasa 13 Januari 2026, Rabu 21 Januari 2026, dan Minggu 25 Januari 2026. Lima hari itu ditandai khusus dalam kalender sebagai hari yang kurang selaras untuk aktivitas penting.
Pada hari-hari ini, kegiatan besar seperti pernikahan, pindah rumah, grand opening, atau penandatanganan kontrak umumnya tidak dianjurkan. Aktivitas yang bersifat keputusan jangka panjang dinilai sebaiknya ditunda.
Namun, istilah “tidak baik” dalam Tong Shu tidak berarti hari sial atau penuh kesialan. Maknanya lebih kepada ketidakharmonisan energi waktu, sehingga dianggap kurang ideal untuk memulai sesuatu yang besar.
Dalam pemahaman tradisional, ketidakharmonisan ini bersifat sementara. Karena itu, hari tidak baik tidak dimaknai sebagai larangan total untuk beraktivitas.
Faktanya, banyak orang tetap bekerja, bepergian, dan menjalani rutinitas normal pada hari-hari tersebut. Kalender Tionghoa lebih menekankan kehati-hatian dalam mengambil keputusan besar, bukan menghentikan aktivitas sehari-hari.
Sebagian masyarakat Tionghoa modern bahkan melihat hari tidak baik sebagai pengingat untuk tidak tergesa-gesa. Momentum ini dimanfaatkan untuk evaluasi, bukan untuk takut melangkah.
Penting ditegaskan, Tong Shu berfungsi sebagai panduan budaya, bukan aturan wajib. Penggunaannya sangat bergantung pada keyakinan dan kebiasaan masing-masing individu atau keluarga.
Dengan memahami konsep hari tidak baik ini, pembacaan kalender Tionghoa menjadi lebih seimbang. Bukan hanya soal mencari hari baik, tetapi juga memahami kapan sebaiknya menahan langkah di awal 2026.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
