Rafflesia hasseltii yang ditemukan ilmuwan di Hiring Batang Somi, Kecamatan Sumpur Kudus, Sumatera Barat (X @thorogoodchris1)
JawaPos.com - Penemuan terbaru Rafflesia Hasseltii di Sumatera kembali memunculkan rasa takjub. Terutama di kalangan para peneliti, yang memang concern terhadap kelangkaan bunga tersebut yang tumbuh secara liar di hutan tropis Indonesia.
Dari viralnya bunga Rafflesia Hasseltii yang mekar baru-baru ini, muncul pertanyaan klasik di kalangan peneliti dan masyarakat, kenapa butuh waktu sangat lama untuk melihat bunga raksasa ini mekar?
Temuan lapangan dari sejumlah peneliti konservasi, termasuk informasi yang dirangkum Sumatra Orangutan Explore, memperlihatkan bahwa proses kemunculan satu kuntum Rafflesia adalah perjalanan biologis panjang yang sarat ketidakpastian.
Rafflesia dikenal sebagai salah satu tumbuhan paling misterius di dunia. Ia tidak memiliki daun, batang, ataupun akar.
Seluruh hidupnya tersembunyi di dalam jaringan tanaman inang bernama Tetrastigma. Dalam fase 'tak terlihat' ini, Rafflesia tumbuh sebagai parasit murni, menyerap nutrisi secara perlahan dan hampir tidak menunjukkan tanda-tanda keberadaan hingga tiba saatnya membentuk bakal bunga.
Menurut laporan Sumatra Orangutan Explore, butuh sekitar enam hingga dua belas bulan bagi bakal bunga untuk berkembang, sebelum akhirnya mekar hanya selama tiga hingga tujuh hari.
Namun proses panjang ini hanyalah bagian akhir dari siklus hidup yang bahkan dapat berlangsung 2 hingga 3,5 tahun sejak Rafflesia mulai menginfeksi inangnya.
Mengapa menunggunya begitu lama?
Hidup sebagai parasit murni
Rafflesia menjalani hidup secara endoparasitik: seluruh tubuhnya berada di dalam inang. Tanpa klorofil, ia tidak dapat berfotosintesis, sehingga pertumbuhannya sangat tergantung pada laju nutrisi dari Tetrastigma yang cenderung lambat.
Inilah yang membuat pembentukan bunga memerlukan waktu panjang dan tidak serempak antarindividu.
Perkembangan kuncup yang lambat
Setelah kuncup muncul di permukaan tanah, proses menuju mekarnya bunga berlangsung sangat lama. Setiap kuncup membutuhkan 6–12 bulan untuk berubah menjadi bunga utuh, tergantung kondisi lingkungan seperti curah hujan, suhu, hingga kelembapan hutan.
Jendela mekar yang sangat singkat

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
