Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 September 2025 | 19.31 WIB

Filosofi Kopi Herman Suryatman, Mantan Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian PAN-RB yang Kini jadi Sekda Jabar

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman memberikan keterangan kepada wartawan di Lembang (9/9). (Hilmi/Jawa Pos) - Image

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman memberikan keterangan kepada wartawan di Lembang (9/9). (Hilmi/Jawa Pos)

KARIR Herman Suryatman malang melintang di birokrasi. Pernah jadi lurah. Kemudian aktif bersama wartawan saat jadi Kepala Biro Humas dan Hukum Kementerian PAN-RB. Sekarang dia menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat. Pada 9 September lalu, Herman mendampingi kunjungan kerja Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di Lembang, sekaligus ngobrol-ngobrol dengan wartawan.

Bagaimana kabarnya Pak?

Alhamdulillah baik.

Bagaimana rasanya jadi Sekda? Dulu kan sering berjumpa wartawan saat di Kementerian PAN-RB...

Selalu menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Seperti saat ini saya mendampingi Pak Menteri Kehutanan dan Pak Menteri Ketenagakerjaan kunjungan di Lembang. Bagaimana kabar teman-teman wartawan di Jakarta, titip salam ya

Saat dulu jadi Kepala Biro Humas dan Hukum di Kementerian PAN-RB, apa yang paling berkesan Pak?

Dulu saya sering sekali berinteraksi dengan wartawan di Kementerian PAN-RB. Termasuk sama kamu (Jawa Pos) juga. Paling sering ditanya soal seleksi CPNS atau pengangkatan honorer.

Ada pesan atau salam untuk teman-teman wartawan yang dulu sering ketemu di Jakarta Pak?

Titip salam semoga sehat selalu dan diberi kelancaran dalam bertugas.

Salah satu yang dikunjungi Kementerian Kehutanan adalah Perhutanan Sosial untuk bertani kopi. Bagaimana komentar bapak?

Program perhutanan sosial ini sangat bagus. Karena membuka akses bagi masyarakat, khususnya warga Jawa Barat untuk ikut mengelola hutan. Yang dilokasi kita saat ini, di Lembang, digunakan untuk bertani kopi.

Potensi Jawa Barat sendiri terkait program Perhutanan Sosial bagaimana?

Menurut saya sangat baik. Masyarakat bisa menerapkan sistem pertanian secara tumpang sari. Misalnya di sela-sela tanaman utama, ditanami palawija. Ditambah lagi dengan usaha lebah madu juga.

Berarti potensi usaha dari perhutanan sosial ini sangat besar ya Pak?

Betul. Itu tadi baru di sektor hulu, belum di sektor hilirnya. Ada proses pengolahan yang melibatkan banyak tenaga kerja. Terbuka peluang untuk home industri yang mengelola hasil perhutanan sosial tersebut.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore