Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Mei 2023 | 05.46 WIB

Profil Ustaz Hanan Attaki: Pendakwah Lulusan Pesantren yang Mandiri Sejak Kuliah

 
 

Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar saat baiat NU Ustad Hanan Attaki di Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Malang, Kamis (11/05).

 
JawaPos.com - Ustaz Hanan Attaki sempat dicurigai sebagai orang HTI. Namun nyatanya dari latar belakang hidup dan pendidikannya, kecil kemungkinan dia terafiliasi atau bergabung dengan kelompok keagamaan yang memiliki cita-cita utopis hendak mendirikan negara dengan sistem khalifah itu.
 
Namun sayangnya banyak orang salah sangka terhadap ustad Hanan Attaki. Untuk menghancurkan sangkaan buruk orang-orang, dia pun memutuskan bergabung menjadi anggota Nahdlatul Ulama (NU). Setelah sebelumnya ceramahnya kerap ditolak di sejumlah daerah di Jawa Timur bahkan dibubarkan atas sangkaan negatif orang-orang.
 
Dari latar belakang pendidikannya, sepertinya sulit untuk memercayai Hanan Attaki sebagai orang HTI. Dia memiliki latar belakang santri yang menimba ilmu di sebuah pondok pesantren. Dia pernah nyantri di Pondok Pesantren Ruhul Islam Banda Aceh.
 
Dari berbagai sumber, dia memiliki nama lengkap Tengku Hanan Attaki. Pria yang kini berusia 41 tahun tersebut lahir di Banda Aceh pada 12 Juli 1981 silam. Dia merupakan anak kelima dari enam bersaudara.
 
Sejak kecil dia sudah terbiasa membaca Alqur'an mengingat orang tuanya memberikan pendidikan Alquran kepada dirinya. Sejak kecil, Hanan Attaki tergolong anak cerdas, kerap ikut kompetisi mengaji Alquran di daerahnya dan tak jarang menjadi juara.
 
Di bangku Sekolah Dasar, Hanan Attaki sudah mendapatkan beasiswa pendidikan berkah dari kecerdasan dan prestasinya dalam mengaji Alquran. Dia kemudian mondok di Pondok Pesantren Ruhul Islam Banda Aceh dan lulus pada tahun 2000.
 
Berkat prestasi yang berhasil diraihnya selama di pesantren, Hanan Attaki melanjutkan pendidikan ke Al Azhar, Mesir, lewat jalur beasiswa. Dia kuliah di jurusan Tafsir al-Qur’an Fakultas Ushuluddin.
 
Sejak kuliah, Hanan Attaki termasuk anak yang mandiri secara finansial. Segala usaha pernah dilakukannya demi dapat memenuhi semua kebutuhan hidup sehari-hari, namun tetap tidak melupakan kuliah. Dia pernah menjalani bisnis di bidang catering, jualan bakso, dan yang lainnya.
 
Selain itu, Hanan Attaki juga masih aktif dalam kelompok studi Al-Qur’an dan kajian ilmu keislaman di Mesir. Tak hanya itu, dia juga sempat aktif dalam kegiatan jurnalistik bahkan menjadi pemimpin redaksi buletin Salsabila. 
 
Di tengah setumpuk aktivitasnya selama di Mesir, Hanan Attaki masih bisa lulus kuliah tepat waktu. Dia lulus dari Al Azhar pada 2004 silam.
 
 
 
Saat masih di Kairo, Hanan Attaki melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya, Haneen Akira. Keduanya saling kenal lantaran sama-sama menimba ilmu di Al-Azhar. 
 
Saat pulang ke Indonesia, Hanan Attaki bekerja sebagai pengajar SQT Habiburrahman dan Jendela Hati dan memulai aktivitas dakwah. Dia juga juga menjadi Direktur Rumah Qur'an Salman ITB. Pada tahun 2015 silam, dia mendirikan Shift Pemuda Hijrah.
 
 
 

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore