Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Maret 2018 | 17.17 WIB

Pastikan Perawatan Habibie, Jokowi Kirim Dokter Kepresidenan ke Jerman

BJ Habibie ketika menghadiri acara Partai Golkar beberapa waktu lalu. - Image

BJ Habibie ketika menghadiri acara Partai Golkar beberapa waktu lalu.

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan memberikan pelayanan terbaik untuk Presiden ketiga BJ Habibie selama menjalani perawatan di Munchen, Jerman.


Kepastian itu diungkapkan langsung oleh Jokowi usai menghubungi Habibie yang didiagnosis mengalami kebocoran pada klep jantungnya.


Pada perbincangan yang berlangsung pada 15.30 WIB itu, Habibie meminta kepada Jokowi untuk adanya tim dokter kepresidenan dan Paspampres hadir di Jerman saat dilakukan tindakan medis.


"Melalui Menteri Luar Negeri, Presiden telah menginstruksikan kepada Duta Besar Republik Indonesia di Jerman untuk terus memantau kondisi terkini dari Habibie dan melaporkan langsung kepadanya," kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin dalam keterangan tertulis, Senin (5/3).


Untuk mendampingi Habibie selama dilakukan tindakan medis, Jokowi pun sudah mengutus Prof. Dr. Lukman Hakim, spesialis jantung dan pembuluh darah dari tim dokter kepresidenan. Dokter itupun berangkat ke Jerman bersama dengan anggota Paspampres.


Bahkan Jokowi telah memerintahkan Mensesneg Pratikno untuk memastikan bahwa pemerintah mampu memberikan pelayanan terbaik dan menanggung seluruh biaya perawatan Presiden RI ketiga itu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1978, tentang Hak Keuangan Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.


"Presiden telah memerintahkan untuk memantau dan memberikan pelayanan terbaik kepada Habibie," jelas Bey.


Sebagaimana diketahui, sebelumnya Sekretaris Pribadi Habibie, Rubijanto mengabarkan bahwa saat ini kondisi kesehatan pencipta pesawat Gatot Kaca itu mengalami penurunan. BJ Habibie dirawat di Klinik Starnberg Muenchen, Jerman sejak beberapa hari yang lalu.


Rubijanto menjelaskan, Habibie bermasalah dengan klep jantungnya yang bocor sehingga butuh perawatan intensif. "Harus terus diawasi dan dipantau sampai bapak benar-benar pulih," jelas dia.


Sebelumnya, pada Kamis (1/3) sekitar pukul 20.00 WIB atau 14.00 waktu Muenchen, Rubijanto sempat berkomunikasi lewat telepon dengan Habibie. Presiden ke-3 Indonesia itu dikatakannya sulit bernapas sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit.


"Dengan suara parau beliau menjelaskan bahwa pada awalnya sulit dan sesak bernapas. Kejadiannya Selasa (27/2). Maka, rekan-rekan langsung membawa Bapak BJ Habibie ke Klinik Starnberg di Muenchen," lanjut Rubijanto.


Tim medis, terang Rubi, menemukan klep jantung Habibie bocor. Akibatnya, ada penumpukan air pada paru-paru sampai 1,5 liter. Lantaran hal inilah Habibie sulit bernapas.


"Nanti tim dokter akan melakukan pemasangan kateter (dari mulut) untuk mengetahui persisnya kebocoran klep jantung dan untuk menentukan tindakan mana yang lebih tepat akan ditempuh," katanya.


Saat ini Pemerintah Jerman memberikan perhatian penuh dan menawarkan apa yang dapat dibantu untuk mengembalikan kondisi kesehatan Habibie seperti semula.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore