Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Januari 2025 | 18.30 WIB

Seni Meracik Aroma, Ini 2 Keahlian Dasar yang Harus Dimiliki Seorang Perfumer untuk Menghasilkan parfum Berkualitas Tinggi

Achmad Ariyanto, perfumer asal Surabaya. (Juliana Christy/Jawa Pos) - Image

Achmad Ariyanto, perfumer asal Surabaya. (Juliana Christy/Jawa Pos)

JawaPos.com – Menjadi seorang perfumer bukan hanya soal menciptakan aroma yang wangi, tapi juga seni yang menggabungkan ketelitian, kreativitas, dan pengetahuan bahan-bahan.

Seorang perfumer harus memiliki beberapa keterampilan utama agar mampu menghasilkan parfum yang tidak hanya harum, tetapi juga memiliki kualitas yang tak tertandingi.

  1. Kemampuan Memilih Bahan Berkualitas

Perfumer harus jeli dalam memilih bahan-bahan berkualitas tinggi. Mengidentifikasi bahan yang tepat untuk menciptakan aroma yang unik dan tahan lama adalah keterampilan inti yang harus dimiliki.

Setiap bahan memiliki karakteristik dan efek yang berbeda, karena itu kemampuan untuk memilah bahan dengan bijak adalah kunci sukses seorang perfumer.

  1. Terus Belajar dan Mengulik

Perfumer juga harus terus mengulik dan belajar. Dunia parfum terus berkembang, dan seorang perfumer harus mampu mengikuti tren dan teknik terbaru dalam menciptakan aroma.

Mereka harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan keterampilan untuk menguji dan mengeksplorasi berbagai kombinasi bahan untuk menemukan formula yang pas. Proses ini membutuhkan waktu dan ketekunan.

Salah satu perfumer yang berhasil menguasai keterampilan ini adalah Achmad Ariyanto, seorang perfumer asal Surabaya.

Sejak awal karirnya, Achmad memiliki ketertarikan besar terhadap dunia parfum. Meskipun dimulai dari rasa iseng, ketertarikannya berkembang menjadi sebuah keahlian yang kini dihargai banyak orang.

Menjadi perfurmer bukan hal yang mudah. "Kuncinya terus mengulik dan bereksperimen dengan berbagai bahan untuk menemukan kombinasi yang tepat. Jadi harus menghafal setiap aroma dan menggabungkan bahan-bahan yang berbeda hingga akhirnya menemukan racikan yang pas," ujar Achmad. 

Jika mengasah keahlian selama bertahun-tahun, barulah seorsng perfurmer bisa memiliki racikan sendiri. Seperti Achmad yang kini menguasai lebih dari 50 racikan parfum. 

Proses pembuatan parfum juga sangat bergantung pada bahan yang digunakan dan kompleksitas aroma yang diinginkan.

"Proses pembuatan parfum bisa cepat, paling cepat 5 menit, tetapi bisa juga lama, sekitar satu hingga dua jam," kata pemilik Heroes Perfume Suroboyo itu. Waktu yang dibutuhkan untuk meracik aroma tergantung pada kesulitan bahan dan layer aroma yang ingin dicapai.

Seperti halnya seorang chef yang memerlukan indera pengecap yang tajam, seorang perfumer juga sangat bergantung pada indera penciuman.

Namun, menjaga kesehatan hidung adalah tantangan besar. "Kalau sudah jenuh dengan aroma, pasti tidak bisa mencium lagi. Dalam satu hari, hanya bisa mencium maksimal lima aroma," jelas Achmad.

Setiap parfum yang diciptakan perfumer memiliki tantangan tersendiri. Bahan-bahan yang sudah lama disimpan kadang kehilangan aromanya, dan parfum yang ada dalam botol bisa menjadi tidak tercium dengan jelas.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore