
Penjelasan sejarah terbentuknya hari peringatan Angklung Sedunia 16 November. (Dok Indonesia Kaya)
JawaPos.com – Angklung merupakan alat musik warisan budaya Sunda yang menjadi kebanggaan Indonesia. Alat musik angklung, diketahui berasal dari Jawa Barat.
kini, setiap tanggal 16 November telah disepakati menjadi peringatan Hari Angklung Sedunia. Ini merupakan sebuah tanda dan apresiasi bahwa alat musik khas dari Indonesia ini diakui oleh dunia.
Dilansir dari situs resmi UNESCO pada Jumat (15/11), Indonesia telah menominasikan Angklung Indonesia untuk dimasukkan ke dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan.
Hal ini disampaikan pada pertemuan Fifth Session of the Intergovernmental Committee (5.COM) di Nairobi, Kenya.
Dalam Keputusan pertemuan itu, disimpulkan bahwa berdasarkan informasi yang diberikan dalam berkas pencalonan No. 00393, Angklung Indonesia memenuhi kriteria untuk dimasukkan dalam Daftar Representatif.
Ada 5 alasan mengapa Angklung dapat memenuhi kriteria tersebut. Pertama, angklung Indonesia dan musiknya merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat di Jawa Barat dan Banten, di mana memainkan Angklung mempromosikan nilai-nilai kerja sama, saling menghormati, dan keharmonisan sosial.
Kedua, pencantuman Angklung Indonesia dalam Daftar Representatif dapat memberikan kontribusi pada peningkatan kesadaran akan pentingnya warisan budaya takbenda dan mendorong terwujudnya nilai-nilai kerjasama, disiplin dan saling menghormati yang merupakan inti dari warisan budaya tersebut.
Ketiga, langkah-langkah pengamanan diusulkan meliputi kerja sama antara pelaku dan otoritas di berbagai tingkatan untuk mendorong penularan dalam lingkungan formal dan nonformal, untuk menyelenggarakan pertunjukan, dan untuk mendorong keterampilan membuat Angklung serta budidaya bambu berkelanjutan yang dibutuhkan untuk pembuatannya.
Keempat, nominasi ini dengan jelas menunjukkan partisipasi luas masyarakat baik dalam upaya perlindungan maupun, melalui konsultasi formal, dalam proses penyusunan nominasi.
Dan kelima, angklung Indonesia dimasukkan dalam inventaris nasional yang dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, dan dalam beberapa inventaris khusus yang dikelola oleh universitas dan asosiasi Angklung.
Sejarah Angklung
Berbicara mengenai alat music angklung, tak bisa dilepaskan dari daerah asalnya yakni Jawa Barat. Melansir laman Indonesia Kaya, alat musik bernada ganda (multitonal) ini dikembangkan oleh masyarakat Sunda.
Dalam tradisi Sunda masa lalu, instrumen angklung sebenarnya memiliki fungsi ritual keagamaan untuk mengundang Dewi Sri (Dewi padi lambang kemakmuran) agar turun ke bumi dan memberikan kesuburan pada padi.
Angklung terdiri dari 2 sampai 4 tabung bambu yang dirangkai menjadi satu dengan tali rotan. Tabung bambu diukir detail dan dipotong sedemikian rupa untuk menghasilkan nada tertentu ketika bingkai bambu digoyang.
Setiap Angklung menghasilkan satu nada atau akord, sehingga beberapa pemain harus berkolaborasi untuk menghasilkan melodi.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
