Ilustrasi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. (Freepik)
JawaPos.com – Hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau yang biasa dikenal sebagai Maulid Nabi dirayakan pada 12 Rabiul Awal mengacu kepada sistem penanggalan kalender Hijiriyah.
Dilansir dari Baznas.go.id, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia dirayakan dengan cara yang beragam, mulai dari membaca manakib nabi hingga menyantap makanan bersama-sama.
Beberapa daerah di Indonesia juga memiliki tradisi khas mereka dalam merayakan hari tersebut. Beberapa di antaranya seperti, Grebeg Muludan di Keraton Yogya dan Solo dan Maudu Lompoa di Sulawesi Selatan.
Tidak hanya dirayakan oleh muslim di Indonesia, hari lahir Nabi Muhammad SAW juga dirayakan umat Islam di berbagai belahan dunia. Bagaimanakah perayaannya? Simak penjelasan berikut!
Dilansir dari Hindustan Times, muslim di India merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh semangat dan antusias. Dekorasi, prosesi, dan doa khusus adalah beberapa bentuk perayaannya.
Di beberapa daerah di India, maulid nabi dirayakan dengan perayaan besar, salah satunya yang paling terkenal adalah Hyderabad. Muslim di wilayah itu biasa melakukan prosesi megah, seperti menghias gajah dan unta. Selain itu, mereka juga melakukan Naat, yang berarti menyanyikan lagu pujian untuk Nabi Muhammad SAW.
Maulid Nabi Muhammad SAW dirayakan secara megah di Pakistan. Dilansir dari Hindustan Times, muslim di Pakistan menghiasi rumah, jalanan, hingga masjid dengan lampu warna-warni juga spanduk bertuliskan ayat-ayat Al-quran pada hari besar tersebut.
Di sisi lain, prosesi keagamaan dalam bentuk pidato dan pujian terhadap Nabi Muhammad SAW yang disebut Julos dan Naat juga diadakan. Tidak berhenti sampai di situ, mereka juga biasa menyelenggarakan kegiatan amal seperti membagikan makanan gratis.
Dilansir dari Euro News, umat muslim di Mesir akan menghiasi masjid dan jalanan dengan cahaya pada hari Maulid Nabi Muhamamd SAW. Mereka juga biasanya membuat makanan lezat dan Istimewa untuk menghormati nabi dan membagikannya kepada fakir miskin.
Maulid nabi di Mesir juga merupakan ajang kumpul keluarga. Di samping itu, nyanyian dan tarian pujian akan dilakukan pada hari tersebut oleh muslim yang beraliran sufi di Mesir.
Dikutip dari media Morocco World News, selama perayaan hari lahir Nabi Muhammad SAW, muslim Maroko cenderung membaca doa, puisi dan cerita tentang kehidupan nabi.
Selain itu, Maulid Nabi juga digunakan sebagai kesempatan bagi mereka untuk berkumpul dengan keluarga. Dalam acara tersebut, mereka akan menggunakan pakaian baru dan menghidangkan makanan lezat sebagai bentuk perayaan.
Beberapa daerah di Maroko juga memiliki tradisi spesial, misalnya di kota Meknes maulid dirayakan dengan mengunjungi Museum Syaikh al-Kamil. Sementara itu, umat muslim di kota Sale mengadakan festival lilin untuk merayakan hari spesial tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
