
Tangkap layar Potret grebeg maulud di Surakarta. (Surakarta.go.id)
JawaPos.com–Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi perayaan yang rutin dilakukan umat muslim di Indonesia pada 12 Rabiul Awal. Mengutip dari laman Baznas, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sudah dikenal masyarakat muslim Arab sejak tahun kedua Hijriah.
Kemudian perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dilakukan juga oleh masyarakat Indonesia dengan membaca manakib, menyantap makanan bersama, dan tradisi lainnya.
Dilansir dari laman NU Online, ada beberapa tradisi unik di berbagai wilayah Indonesia dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.
Salah satu kuliner khas Aceh yang dikenal banyak orang adalah kuah beulangong. Makanan khas Aceh yang satu ini sering dijumpai saat melakukan perayaan hari besar umat Islam, salah satunya Maulid Nabi Muhammad SAW.
Nama Beulangong ini berasal dari nama belanga yang artinya kuali besar. Masyarakat Aceh memasak makanan ini dalam porsi besar sehingga membutuhkan kuali besar untuk menampung sekitar 200 porsi.
Selain itu, masakan khas Aceh yang satu ini juga mengkhususkan para kaum lelaki untuk memasaknya, sebagai salah satu filosofi yang melatarbelakangi kuliner ini.
Tak hanya saat perayaan Maulid Nabi Muhammad, tradisi masak kuah beulangong ini dilakukan saat Idul Fitri dan Idul Adha, serta sering juga digunakan sebagai menu utama acara pesta tetapi daging kambing diganti dengan daging sapi.
Baayun Mulud adalah kegiatan mengayun bayi atau anak sambil membaca syair maulid. Tradisi ini dilaksanakan oleh masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan.
Kata Baayun artinya ayunan atau buaian, sedangkan kata mulud berasal dari bahasa Arab yang artinya ungkapan masyarakat Arab untuk kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Baayun Mulud artinya kegiatan mengayun anak bayi sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Masyarakat Sampang, Madura, Jawa Timur memiliki budaya yang unik untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, yakni dengan melestarikan pembuatan ketupat dari daun kelapa.
Setelah selesai membuat ketupat, para warga bergotong royong untuk membagikannya ke setiap pondok pesantren terdekat. Ketupat yang dihasilkan oleh warga adalah bentuk selamatan dan penghargaan mereka terhadap pihak pondok pesantren dan santri-santri yang berada di sana.
Tradisi Grebeg Maulud ini dilaksanakan di wilayah Jogjakarta dan Surakarta. Grebeg memiliki arti masyarakat akan mengikuti para sultan, para pembesar yang keluar dari keraton untuk upacara Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid. Sebelum sampai pada puncaknya, tradisi ini memiliki tahap yang harus diikuti.
Tahap pertama adalah tumplak wajik yang dimulai dengan upacara dan melakukan pemukulan kentongan sebagai tanda pembuatan gunungan telah dimulai.
Kemudian tahap terakhir, upacara Grebeg Maulud dengan membawa gunungan tersebut yang diarak warga menuju masjid agung, setelah sampai di masjid, gunungan tersebut didoakan. Kemudian gunungan akan dibawa jalan keluar masjid dan dibagikan kepada masyarakat dengan perebutan.
Itulah budaya masyarakat Indonesia dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, selain terdapat nilai religius, juga mengangkat nilai sosial serta kebudayaan asli Indonesia.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
