
Gunungan dalam Grebeg Maulud sebagai bagian upacara Sekaten di Jogjakarta. (Wikimedia)
JawaPos.com – Upacara Sekaten merupakan sebuah tradisi masyarakat yang berkembang di wilayah Jogjakarta untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Sekaten biasa dilaksanakan satu tahun sekali pada bulan Rabiul awal, mulai dari tanggal 5 hingga 11 Rabiul Awal dalam kalender Jawa.
Puncak upacara Sekaten digelar tepat pada tanggal kelahiran Nabi Muhammad, yaitu 12 Rabiul Awal dengan menyelenggarakan Grebeg Maulud.
Sejarah Sekaten
Mengutip laman Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Provinsi DIJ dan Researchgate, Sekaten awalnya merupakan salah satu media penyebaran agama Islam di Pulau Jawa dengan menggunakan kesenian gamelan.
Mengutip artikel DPAD Yogyakarta yang ditulis oleh Ernawati Purwaningsih, penyebaran agama Islam di Pulau Jawa saat itu digencarkan oleh para Walisongo.
Walisongo menyebarkan Islam melalui pendekatan budaya serta kesenian yang digemari oleh masyarakat pada saat itu.
Salah satunya juga dilakukan oleh Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga membuat seperangkat gamelan yang diberi nama Kyai Sekati dan digunakan untuk memeriahkan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Seperangkat gamelan tersebut diletakkan di halaman Masjid Demak dan dibunyikan, sehingga menarik masyarakat dari segala penjuru.
Hal ini menyebabkan banyak warga berkumpul untuk menyaksikan pertunjukkan gamelan. Kesempatan itu kemudian dimanfaatkan oleh para wali untuk berdakwah menyampaikan ajaran Islam.
Makna Sekaten
Sekaten berasal dari kata ‘sekati’ yang diambil dari nama seperangkat gamelan yang dibuat oleh Sunan Kalijaga.
Sekati juga memiliki arti senang hati. Sedangkan, beberapa berpendapat bahwa Sekaten berasal dari kata ‘sesek ati’.
Makna dalam sekaten dapat dilihat pada semua unsur yang terlibat. Misalnya pada seperangkat gamelan pusaka keraton bernama Guntur Madu yang dimainkan pada upacara dan melambangkan turunya wahyu.
Beberapa unsur lain seperti gamelan Nogowilogo, memiliki makna kemenangan dalam peperangan. Sedangkan gending Yaumi memiliki makna hari yang berarti hari kelahiran Nabi Muhammad.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
