
Ketua Umum Gerindra mengaku sangat berterima kasih kepada dr Terawan yang telah menyembuhkannya dari vertigo.
JawaPos.com - Pemecatan Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, dr Terawan Agus Putranto oleh Majelis Kehormatan Etik Kedoteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terus menuai polemik. Bahkan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto sampai ikut mengomentarinya.
Prabowo menceritakan kisahnya saat ditangani oleh dr Terawan. Mantan Danjen Koppasus itu tiga kali diterapi. Bahkan dirinya mengaku, jika suatu saat sakit lagi, Prabowo ingin ditangani oleh Terawan.
"Saya sendiri contohnya. Saya saksinya sudah tiga kali. Saya ingin empat kali," ujar Prabowo Subianto di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (5/4).
Prabowo mengatakan, kala itu dia sempat mengalami penyakit vertigo. Kemudian dia pun ke RSPAD untuk mendapatkan perawatan. Nah saat itu yang menanganinya itu adalah dr Terawan.
Setelah mendapatkan perawatan dari dr Terawan, Prabowo pun akhirnya sembuh dari vertigo dan bisa kembali beraktivitas dalam berbagai kegiatan kepartaian. Terbukti, Prabowo kini sanggup berpidato selama 3 hingga 5 jam.
"Saya diperiksa dan beliau sarankan untuk dibersihkan. Alhamdullah sekarang saya bisa pidato 3 jam, kalau dikasih kopi bisa 5 jam pidatonya. Kalau nggak ada wartawan, malah bisa lebih lama lagi," katanya.
Prabowo juga tidak menyangka karena metode cuci otak tersebut, dr Terawan harus dipecat oleh IDI. Padahal dia telah banyak menyembuhkan orang yang mengalami stroke.
"Jadi saya merasa perihatin dan kaget (pemecatan dr Terawan)," katanya.
Sekadar informasi, pemecatan sementara dr Terawan Agus Putranto oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terus menuai pemberitaan. Karena dia dipecat sementara selama 12 bulan, yang terhitung sejak 25 Februari 2018 lalu.
IDI juga diketahui telah mencabut izin praktik dokter dengan pangkat Mayor Jenderal TNI itu karena melakukan pelanggaran etik yang berat, yakni metode cuci otak.
Metode cuci otak dengan Digital Substraction Angiography (DSA) diklaim bisa membersihkan penyumbatan darah menuju otak. Metode yang menjadi primadona para penderita stroke. Namun dianggap konyol oleh para dokter ahli saraf.
Dalam selembar surat keputusan dengan nomor 009770/BP/MKEK/03/2018 yang tersebar, MKEK PB IDI memutuskan pemecatan sementara atas nama dokter Terawan. Bobot pelanggarannya pun termasuk dalam ketegori berat sehingga dia harus dipecat.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
