ILUSTRASI. Surabaya, sebagai ibu kota Jawa Timur memiliki julukan sebagai Kota Pahlawan./Surabaya Tourism Information Center (TIC) – Twitter @TICSby
JawaPos.com - Peringatan Kemerdekaan Indonesia yang ke 79 pada 17 Agustus 2024 terasa belum hikmah jika negara belum memberikan apresiasi dan penghargaan yang layak bagi para tokoh pergerakan dan perintis kemerdekaan Indonesia sebagai pahlawan nasional.
Sampai saat ini masih terdapat tokoh-tokoh perintis kemerdekaan yang belum mendapat pengakuan sebagai Pahlawan Nasional oleh negara. Satu diantaranya adalah Abdoel Moethalib Sangadji yang lebih dikenal sebagai AM. Sangadji, Sang Jago Toea dimasa pergerakan kemerdekaan.
"Beliau merupakan salah satu tokoh utama dari ormas pergerakan nasional terbesar di masanya Sarekat Islam (SI), bersama dua rekan sejawatnya HOS. Tjokroaminoto dan H. Agus Salim dan dikenal sebagai Tiga Serangkai Sarekat Islam," ujar Sosiolog dan Pemerhati Masyarakat Hukum Adat, Ahmad Mony, dikutip dari laman RRI, Kamis (15/8).
Sarekat Islam yang selanjutnya mengambil jalan juang politik melalui Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) kemudian melahirkan banyak kader di pentas nasional yang berjuang mempertahankan kemerdekaan baik melalui jalur fisik (perlawanan militer) maupun jalur non-fisik (diplomasi/perundingan).
Sosok AM. Sangadji mengambil dua peran tersebut, berjuang melalui jalur perjuangan senjata maupun jalur diplomasi, baik pada masa perjuangan kemerdekaan maupun pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Biografi Singkat AM. Sangadji
Sosok AM. Sangadji merupakan seorang putra bangsawan di tanah kelahirannya. Lahir pada 3 Juni 1889 di Negeri Rohomoni, Jazirah Hatuhaha di Pulau Haruku, Maluku Tengah dari dua pasangan bangsawan. Ayahnya adalah seorang reghent/raja Negeri Rohomoni, Abdoel Wahab Sangadji. Ibu AM Sangadji Bernama Siti Saat Pattisahusiwa merupakan putri Raja Negeri Siri Sori Islam di Pulau Saparua.
Pada 1909, AM. Sangadji memulai karier di sebuah jawatan pemerintah Hindia Belanda bidang hukum. AM Sangadji sebagai panitera pengadilan (griffir landraad), Landraad Saparua, Kota Ambon. Pada 1919 hijrah atas inisiatif sendiri ke tanah Jawa yakni, Surabaya.
Pria berjuluk Jago Toea ini mulai menjadi aktivis pejuang pergerakan kemerdekaan bersama Haji Oemar Said Tjokroaminoto dan Haji Agus Salim sehingga mendapatkan julukan Trio SI: Tjokro-Salim-Sangadji, sebutan yang disematkan Mr. Moehammad Roem.
Ketiganya juga memiliki gelar khas dalam dunia pergerakan kemerdekaan Indonesia. HOS Tjokroaminoto digelari Raja Jawa Tanpa Mahkota mengingat pengaruhnya yang sangat besar dan luas di Pulau Jawa.
AM Sangadji digelari Jago Toea karena kepiawaiannya dalam berpidato dan retorika membakar massa. Lalu H. Agus Salim digelari The Grand Old Man karena keluwesan diplomasi dan jaringan politik.
AM Sangadji dibesarkan dalam semangat perlawanan lokal daerahnya terhadap kolonialisme. Leluhurnya telah dua kali mengangkat senjata melawan bangsa Portugis pada 1571 yang dikenal sebagai Perang Alaka I dan perlawanan senjata terhadap VOC pada 1637 – 1638 yang dikenal sebagai Perang Alaka II. Dua perang epik antara Kerajaan Hatuhaha melawan kolonialisme bangsa eropa di bumi Maluku membentuk kepribadiannya.
Jejak perjuangan AM. Sangadji untuk kemerdekaan Indonesia dapat ditemukan mulai dari daerah asalnya Maluku, Pulau Sulawesi, Pulau Kalimantan dan terutama di Pulau Jawa. Aspek perjuangannya mulai dari bidang dakwah, pendidikan, kepanduan, ekonomi (koperasi), perburuhan, hukum, diplomasi, perjuangan senjata hingga perjuangan kemerdekaan palestina (Sam Habib Mony, 2016).

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
