Hari lingkungan Hidup diperingati setiap tanggal 5 Juni untuk memberikan kesadaran global terkait isu-isu lingkungan./Pixabay
Jawapos.com - Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto mendapatkan penghargaan dari Green Climate International (GCI). Penghargaan itu diberikan atas kontribusinya dalam mendukung perlindungan hutan, lingkungan hidup, pengurangan polusi udara, serta penciptaan desa wisata yang ramah lingkungan.
Sebagai orang Indonesia pertama yang mendapatkan penghargaan dari GCI, Yandri berharap penghargaan itu dapat membawa berkah bagi masyarakat Indonesia.
"Penghargaan ini saya terima sebagai bentuk dukungan masyarakat Internasional atas pelestarian lingkungan hidup di Indonesia," jelas Yandri saat menerima penghargaan di Dusseldorf Jerman, Jum'at (12/7).
Penghargaan diberikan langsung oleh Ketua GCI, Fahad Attamimi serta Ketua Cabang Jerman GCI, Mohamad Lazaar. Atas penghargaan ini, Yandri mengaku semakin terpacu untuk terus berkonsentrasi dan berkontribusi kepada lingkungan.
Dia memanggil kepada seluruh anak bangsa untuk satu nafas, gerakan, dan jiwa bahwa sejatinya lingkungan itu harus diselamatkan. "Lingkungan bukan untuk kita porak porandakan. Bila kita menyelamatkan lingkungan sejatinya menyelamatkan diri kita sendiri," pesan Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PAN ini.
Yandri mengingatkan bila tidak ada orang yang peduli untuk perbaikan lingkungan, maka dunia akan menuju ke kegelapan.
Selain itu, Yandri juga mendorong lahirnya desa wisata yang ramah lingkungan sehingga menjadi daya tarik wisatawan asing untuk datang ke Indonesia.
Kehadiran desa wisata ramah lingkungan lanjut dia, bisa mendatangkan wisatawan mancanegara sehingga menambah pemasukan negara dari sektor pariwisata.
"Para wisatawan mancanegara juga bisa menikmati lingkungan-lingkungan yang suistainable di Indonesia," kata dia.
Sementara itu, Ketua GCI Fahad Attamimi memuji sepak terjang Yandri dalam memberikan dukungan perlindungan hutan serta pelestarian mangrove di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
"Pak Yandri sangat perhatian dalam melakukan gerakan pelestarian lingkungan hidup," puji Fahad.
Fahad berharap dengan adanya penghargaan yang diberikan kepada salah seorang tokoh di Indonesia dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia serta masyarakat global.
"Negara-negara industri di Eropa membutuhkan Indonesia menjadi paru-paru dunia untuk mengurangi polusi udara," kata Fahad
Tentunya, lanjut Fahad, program pelestarian lingkungan yang sudah berjalan ini akan memberikan manfaat kepada masyarakat Indonesia dan mendorong negara-negara di Eropa untuk membangun industri di Indonesia. "Sehingga hasil industrinya sudah lolos kualifikasi ramah lingkungan," ucap Fahad.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
