
JELANG PUNCAK HAJI: Umat Islam dari berbagai negara melaksanakan tawaf di Masjidilharam (5/7). Besok (8/7) semua jemaah akan melaksanakan wukuf di Padang Arafah. (AFP)
JawaPos.com – Isra Mikraj merupakan perjalanan yang dilakukan Rasullah Muhammad SAW dalam satu malam dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa, lalu berlanjut dengan naik ke langit menuju Sidratul Muntaha.
Isra dalam Bahasa Arab mengacu pada perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Makkah Masjidilharam ke Yerussalem, khususnya ke situs Masjidilaqsa sebagaimana yang dikisahkan dalam QS: Al-Isra.
Mikraj dalam Bahasa Arab secara harfiah berarti tangga. Malaikat Jibril membawa Nabi menuju ke surga, menaiki tujuh tingkatan langit melewati para nabi sebelumnya. Yaitu, Nabi Ibrahim, Musa, Harun, Idris, Yusuf, Isa, Yahya, dan Adam. Terakhir menuju Sidratul Muntaha.
Jadi, Isra Miraj merupakan sebuah dua perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam satu malam. Peristiwa Isra dijelaskan dalam QS: Al-Isra (17): 1 dan Mikraj di QS Al-Najm (53): 13-18.
Menurut Al Allamah al Manshurfufi, Isra Mikraj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian. Peristiwa Isra Miraj terbagi dalam dua yang berbeda. Dalam Isra Nabi Muhammad SAW diberangkatkan oleh Allah SWT dari Masjidilharam menuju Masjidilaqsa. Lalu, dilanjutkan dengan Mikraj yang membawa Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha. Di sini Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah untuk menunaikan Salat.
Nabi Muhammad naik ke langit ketujuh tidak sendirian. Dia didampingi Malaikat Jibril dengan menumpangi kendaraan bernama Buraq. Seperti yang dikatakan Imam Nawawi:
البراق إسم الدابة التي ركبها رسول الله صلى الله عليه وسلم ليلة الإسراء
“Buraq ialah nama seekor binatang yang pernah dinaiki Rasulullah SAW pada malam isra`” (Syarah Shahih Muslim, Juz 2, h. 210).
Saat itu, Nabi Muhammad diperintahkan oleh Allah SWT untuk menunaikan salat sebanyak 50 kali dalam sehari. Namun, Nabi Musa memberi tahu bahwa perintah itu sangat sulit bagi. Dia meminta Nabi Muhammad SAW untuk meminta pengurangan kepada Allah SWT.
Nabi Muhammad pun pergi di antara Nabi Musa dan Allah SWT secara bolak-balik sebanyak 9 kali untuk meminta pengurangan hingga akhirnya jumlahnya dikurangi menjadi 5 kali dalam sehari, seperti yang biasa dikerjakan Umat Muslim saat ini.
Nabi Musa pun sempat mengatakan kepada Nabi Muhammad untuk kembali meminta pengurangan. Namun, Nabi Muhammad merasa malu dan mengatakan dia bersyukur atas kelimanya.
Perintah salat yang Nabi Muhammad SAW terima langsung tanpa perantara Malaikat Jibril mengisyaratkan bahwa salat merupakan komunikasi langsung antara hamba dan Tuhan. Dalam sebuah hadis disebutkan:
أقرب ما يكون العبد من ربه عز وجل وهو ساجد فأكثروا الدعاء (رواه مسلم)
“Posisi terdekat seorang hamba dengan Tuhannya (Allah SWT), yaitu ketika sedang sujud (salat). Maka perbanyaklah doa ketika itu” (Riwayat Muslim).
Kemudian timbul pertanyaan mengenai peristiwa Isra Mikraj tentang mengapa perjalanan Rasulullah itu harus ke Masjidilaqsa dulu dan tidak langsung ke langit saja?

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
