Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 September 2015 | 15.45 WIB

Perbedaan Hari Raya Iduladha Jadi Rahmat

SALAT ID: Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah melaksanakan salat Iduladha di masjid Baitul Makmur, Pauh, Padang, Sumatera Barat, Selasa (22/09). - Image

SALAT ID: Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah melaksanakan salat Iduladha di masjid Baitul Makmur, Pauh, Padang, Sumatera Barat, Selasa (22/09).

JawaPos.com - Meski antara pemerintah dengan sejumlah aliran agama di Indonesia menentukan tanggal 10 Zulhijah berbeda, tapi pelaksanaan salat Iduladha yang lebih awal berlangsung damai.      





Pimpinan Tarekat Syatariah  Ulakan, Padangpariaman, Sumatera Barat, Ustaz Tuanku Qadi Ali Imran, misalnya, berharap perbedaan itu tidak menjadi perpecahan sesama umat Muslim.



Bahkan menurutnya, hal itu sebaiknya justru dimaknai menjadi suatu yang indah. “Setiap aliran tentu menetapkannya dengan tingkatan ajaran ilmu masing-masing. Tidak jadi masalah,” ucapnya.



Senada juga disampaikan Ketua MUI Padangpariaman, Zainal Tuanku Bagindo. Menurutnya, masyarakat harus memahami dinamika dalam pemahaman keberagamaan.



Menurutnya kepada Padang Ekspres (Jawa Pos Group), perbedaan adalah suatu rahmat. Karena semuanya didasarkan dalil yang nyata.



“Rasul saja sangat mengapresiasi sebuah dinamika. Apalagi saya pribadi, tentu berharap hal ini tidak dijadikan permasalahan. Masyarakat juga tidak perlu bingung dengan kondisi ini, namun tetap cerdas menyikapinya. Keberagaman adalah sebuah rahmat,” ucapnya. (cr9/cc/JPG)

Editor: Husain
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore