Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Januari 2017 | 02.21 WIB

Yasonna: Bikin Pidato Singkat Perlu Art

Menkumham Yasonna Laoly - Image

Menkumham Yasonna Laoly

JawaPos.com - Pembatasan pidato bagi para menteri dan pejabat negara yang dikeluarkan Istana Negara didukung Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Dia mengaku akan menjalankannya. "Itu baik," ujar Yasonna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/1).

Di Indonesia, kata dia, awal pidato terlalu banyak sambutan atau ucapan kedatangan bagi pejabat yang hadir. Bahkan bisa menghabiskan waktu sepuluh menit. Menurutnya itu tidak perlu dilakukan. "Kalau kita kan, yang terhormat saja sepuluh menit. To the poin aja, ladies and gentlemen," sambungnya.

Politikus PDIP itu mengatakan, memang seharusnya pidato dalam acara resmi tidak usah terlalu panjang. Cukup disampaikan intisarinya saja.

"Inti pokoknya, jangan terlalu banyak bunga-bunga. Kecuali misal, pembahasan tapi kalau pidato di situ semua lembaga negara, jangan panjang," tuturnya.

Namun diakui, untuk membuat pidato singkat berisi cukup sulit. "Buat pidato panjang gampang, membuat menjadi singkat memerlukan art," sebut mantan anggota DPR itu.

Akan tetapi menurut dia, semua pihak harus berlatih. Diapun memberikan contoh pidato Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama belum lama ini yang begitu singkat.

"Cuma sebentar. Itu sudah pidato panjang, farewell speech, singkat tapi mengena," pungkasnya. (dna/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore