Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Mei 2017 | 06.07 WIB

Reaksi Menteri Lukman Soal Usualan Peniadaan Sidang Isbat

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin - Image

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin

JawaPos.com - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin bereaksi lantaran DPR mengusulkan ke pemerintah tidak perlu melakukan tradisi lagi sidang isbat, untuk menentukan awal Ramadan dan Syawal.

Menurut Lukman usulan dari DPR itu tidak perlu ditanggapi. Karena bagaimanapun juga Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya adalah agama Islam. Sehingga tidak bisa menyerahkan sepenuhnya urusan-urusan keadaman ke orang per orang.

"Jadi tidak perlu ditanggapi dengan serius," tegas Lukman di Kantor Kemenag, Jakarta, Jumat (26/5).

Menurut Lukman negara harus ikut bertanggung jawab untuk memberikan acuan, pendoman untuk memberi informasi kepada masyarakat kapan mengawali Ramadan, dan kapan mengakirinya 1 Syawal dan 1 Zulhijah. "Karenanya sidang isbat diperlukan sebagai sarana bagi negara," katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid meminta kepada Kemenag tidak perlu lagi melakukan tradisi sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan dan Syawal. Pemerintah hanya perlu menyiapkan tim ilmuwan untuk menetapkan kalender hijriah yang permanen.

Menurut politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) inu selama ini sidang isbat memiliki banyak kekurangan. Oleh sebab itu maka pemerintah perlu melakukan pengkajian adanya sidang isbat ini sesuai dengan ilmu pengetahuan saat ini.(cr2/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore