
Ilustrasi
JawaPos.com - Dosen yang memaksa mahasiswanya ikut Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) perlu ditindak tegas. Bahkan menurut Anggota Komisi X DPR Dadang Rusdiana, dosen tersebut perlu dipecat.
"Itu nggak boleh dong (dipaksa masuk HTI). Kalau ada dosen seperti itu, Kemenristekdikti bisa menindaknya, memecatnya," ujar Dadang kepada JawaPos.com, Kamis (18/5).
Alasannya kata dia jelas, UUD memberi kemerdekaan bagi siapapun untuk berserikat dan berkumpul. Tidak boleh ada pemaksaan terhadap seseorang. Apalagi saat ini, keberadaan HTI dipersoalkan pemerintah karena dianggap tidak sepakat dengan Pancasila dan menjaga NKRI.
"Itu melanggar konstitusi bukan sekedar melanggar Undang-Undang Keormasan," tegas Dadang.
Memang terkadang ada dosen yang merupakan petinggi organisasi tertentu suka mengajak mahasiswanya untuk ikut atau menjadi anggota dari organisasinya. Itu menurut Dadang lumrah. Tapi jikalau memaksakan apalagi dengan intimidasi, katanya itu sebuah pelanggaen.
"Di setiap PT ada statuta bagaimana tugas dan fungsi dosen. Hak, kewajiban mahasiswa. Itu pelanggaran statuta. Perguruan Tinggi ciri khasnya kebebasan berekspresi. Dosen harus menempatkan diri dari masyarakat ilmiah," pungkas sekretaris Fraksi Partai Hanura itu.
Sebelumnya, Menristek Dikti M. Nasir menuturkan, ada indikasi kuat HTI tersebar sampai ke dalam kampus. Bahkan, dia menerima laporan ada dosen yang sudah terlibat dalam gerakan-gerakan radikal. Lantas dosen tersebut mempengaruhi mahasiswa untuk ikut serta dalam gerakan radikal.
”Ada seorang dosen yang mengatakan, kalau kamu tidak ini (ikut HTI) kamu nilainya tidak lulus. Ada informasi seperti itu yang masuk ke saya,” ungkap dia.
Terkait pelarangan anggota HTI di kampus, Kemenristek Dikti masih menunggu petunjuk teknis dari Kemenkopolhukam atau Kemenkum HAM. Sejauh ini dia tidak bisa melarang secara langsung orang untuk ikut dalam HTI. ”Kami lihat kegiatan penekanan pada sekelompok orang itu yang tidak boleh,” ujar Nasir. (dna/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
