
Terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
JawaPos.com - Gelombang kecaman terhadap Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terus bergulir. Kali ini dari Pemuda Muhammadiyah yang sangat murka terhadap sikap calon gubernur incumbent tersebut.
Sekretaris Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman, mengatakan, apa yang dilakukan oleh Ahok bersama dengan kuasa hukumnya sangat melukai umat Islam. Bagaimana tidak, ulama sepuh yang seharusnya dihormati malah diperlakukan tidak sopan.
"Tindakan mengancam seluruh umat Islam di Indonesia. Sebab Kiai Ma'ruf adalah Ketua Umum MUI yang merupakan lembaga resmi sebagai representasi seluruh ormas dan elemen umat Islam," ujar Pedri saat dihubungi, Senin (6/2).
Oleh sebab itu, apa yang dilakukan oleh Ahok telah memberikan kegaduhan. Padahal kegaduhan pertama dengan dugaan menistakan agama belum selesai. Kini bertambah pula dengan menista ulama. Sejati kasus pertama itu menjadi pelajaran berharga bagi mantan Bupati Belitung Timur tersebut. "Kegaduhan yang sudah ada saja belum reda, dan Kesatuan bangsa ini telah terancam oleh ulah Ahok," katanya.
Sekadar informasi, dalam sidang dugaan penodaan agama beberapa waktu lalu, Ahok mempersoalkan kesaksian Ma'ruf yang dianggapnya tidak obyektif dan memojokkan dirinya.
Ahok juga menilai Rais Aam PBNU itu memiliki kedekatan dengan salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang merupakan lawan politiknya dalam pilkada 2017.
Tak hanya itu, mantan Bupati Belitung Timur ini beserta tim kuasa hukumnya mengaku memiliki bukti komunikasi antara Ma'ruf dan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono, pada Oktober lalu. Atas hal ini, ia berencana akan memperkarakan Ma'ruf ke ranah hukum.
Kendati demikian, langkah hukum yang akan ditempuh Ahok surut karena warga Nahdliyin, Muhammadiyah beserta umat Islam lainnya mengecam perlakuan mantan politikus Partai Gerindra tersebut. Akhirnya, Ahok meminta maaf kepada Ma'ruf dan meralat pernyataannya bahwa dirinya tak bermaksud demikian. Dia juga tak bermaksud melaporkan Ma'ruf ke ranah hukum. (cr2/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
