
Ilustrasi
JawaPos.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menggenjot program asuransi sapi menyongsong swasembada daging sapi. Asuransi ini untuk memberikan perlindungan sapi, khususnya sapi betina dari risiko kematian dan kehilangan sapi atas usaha ternak sapi.
Dalam asuransi sapi ini, memiliki nilai pertanggungan Rp 10 juta hingga Rp 15 juta dengan premi 2%-2,5% per tahun untuk satu ekor sapi. Dari nilai premi yang mencapai Rp 200.000 per tahun tersebut, pemerintah memberikan subsidi sebesar 80%.
"Ini untuk memberikan perlindungan kepada usaha-usaha ternak sapi. Nilai tanggungan tergantung harga dan jenis sapi," jelas Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Pending Dadih Permana, dalam keterangan tertulis, Rabu (5/4).
Preminya sebesar Rp 200.000 per ekor per tahun. Subsidi yang dibayar pemerintah Rp 160.000 dan yang dibayar peternak Rp 40.000 per ekor. Untuk jenis sapi bibit, besarnya premi yang dibayar sebesar Rp 300.000 dengan nilai pertanggungan Rp 15 juta.
Pending menjelaskan, asuransi sapi ini merupakan instrumen penting di dalam program pengembangan sapi betina, karena memudahkan peternak mendapatkan modal bank guna mengadakan dan memelihara sapi betina. Namun dia mengakui asuransi sapi ini masih kurang disosialisasikan karena baru resmi bergulir sejak Juli 2016.
"Mengapa mudah mendapatkan kredit? Karena adanya resiko beternak yang telah ditanggung oleh asuransi sehingga perbankan lebih mudah memberikan kredit oleh sebab resiko kreditnya sebagian besar telah ditanggung oleh asuransi," paparnya.
Memasuki tahun kedua, jumlah sapi yang ditanggung asuransi baru sekitar 10% dari total populasi. Sebagai contoh, kata dia, Jawa Timur sebagai sentra populasi sapi dengan jumlah sapi sekitar 120.000 ekor, yang diproyeksikan untuk ikut dalam asuransi sapi sekitar 10.000 ekor kurang dari 10%.
"Namun yang terdaftar mengikuti program ini baru mencapai 1000 ekor, kurang dari 1% dari total populasi," tegasnya.
Untuk wilayah Jawa Timur sebagai wilayah prioritas pengembangan asuransi sapi, beberapa kabupaten telah mengikuti asuransi ini yaitu Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Bojonegoro. Sehingga resiko usaha jadi mengecil dan kredit bank makin lebih mudah sehingga peternak bisa mengembangkan usahanya dengan mudah.
"Mengapa asuransi sapi penting bagi peternak? Karena asuransi menutupi resiko kerugian yang bisa timbul. Risiko yang dijamin pihak asuransi, antara lain kematian karena penyakit, kematian karena kecelakaan, dan hilang atau kematian akibat pencurian," tegasnya.
Risiko penyakit ternak yang tidak dijamin pihak asuransi antara lain kematian sapi akibat wabah Anthrax, Septicemia Epizootica, Johne’s Disease, Tuberculosis, Anaplasmosis, Leucosis. Kemudian adanya pemusnahan sapi karena terjadinya wabah yang dilakukan atas perintah yang berwenang, kematian sapi akibat kelalaian oleh peserta asuransi, pegawai atau petugas kandang dalam pengelolaan pemeliharaan ternak juga tidak ditanggung.
Kemudian penjarahan, pemogokan, pertikaian karyawan, peperangan, pemberontakan, pembangkangan dan kontaminasi radioaktif, penyakit atau luka yang sudah ada pada sapi pada saat asuransi diajukan atau masih dalam masa penyembuhan, penyitaan sapi atas perintah yang berwenang, kematian atau kehilangan sapi akibat gempa bumi, ledakan alam, erupsi gunung berapi, banjir, dan angin topan tidak ditanggung juga. (cr1/JPG)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
