
Penduduk di Maluku Utara
JawaPos.com - Tantangan hidup di setiap daerah Indonesia memang berbeda-beda. Baik di kota maupun di desa. Hal itu sangat memengaruhi tingkat kebahagiaan seseorang atau masyarakat di suatu daerah.
Dari hasil rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Maluku Utara disebut sebagai provinsi dengan penduduk paling bahagia di Indonesia sepanjang tiga tahun terakhir. Hal itu berdasarkan pada Indeks Kebahagiaan Indonesia 2017. Malut memperoleh skor indeks kebahagiaan 75,68 dari skala 0-100.
Kepala BPS Malut Misfaruddin menyatakan, Malut dinilai sebagai provinsi paling bahagia berdasar kepuasan hidup, perasaan, dan makna hidup. "Tiga dimensi inilah yang menjadi indikator penilaian kami bagi warga Maluku Utara," tuturnya saat ditemui di Kantor BPS Malut, Jl Stadion Nomor 65, Ternate Tengah, Rabu (16/8).
Misfaruddin menjelaskan, pada dimensi kepuasan hidup, wilayah perkotaan dan pedesaan memiliki skor yang berbeda-beda. "Untuk wilayah perkotaan, kepuasan hidupnya lebih tinggi ketimbang masyarakat di desa," ungkapnya.
Menurut pejabat asal Sumatera Barat itu, minimnya infrastruktur desa-desa di Malut amat memengaruhi tingkat kepuasan hidup penduduk desa. "Jadi, karena keterbatasan infrastruktur, kepuasan hidup mereka lebih berkurang ketimbang di kota. Tapi, pada dasarnya, masyarakat desa lebih mengutamakan hubungan sosial dalam bentuk saling membantu. Itu cukup tinggi," tambahnya.
Pada dimensi perasaan, lanjut Misfaruddin, masyarakat Malut dinilai jauh lebih baik daripada wilayah lain di Indonesia. Saling membantu, saling menghargai, dan gotong royong disebut Misfaruddin sebagai indikator yang paling tampak pada masyarakat Malut.
"Itulah yang memicu Maluku Utara berbeda dengan daerah lainnya. Saya contohkan, warga dari provinsi lain jika datang ke Maluku Utara selalu disapa, dilayani dengan baik. Ini yang membedakan dengan daerah lain," jelasnya.
Misfaruddin mengungkapkan, warga asal daerah lain yang tinggal di Maluku Utara umumnya merasa lebih bahagia ketimbang yang hidup di daerah lain. Kultur masyarakat Malut yang mengedepankan aspek sosial menjadi faktor utama. "Dalam hal ini, saling membantu dan menghargai itu. Kalau di daerah lain, hal ini jarang ditemui," katanya.
Dia secara pribadi mengaku amat betah hidup di Malut. Tiga tahun belakangan bertugas di Malut dirasakannya sangat berbeda dengan daerah-daerah lain yang pernah ditempatinya. "Dan kalau bisa, saya ingin tugas di sini terus sampai pensiun," jelasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
