Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Agustus 2017 | 23.23 WIB

Cara BPJS Ketenagakerjaan Berdayakan Penyandang Disabilitas

Pemberian alat bantubBagi penyandang disabilitas oleh Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri - Image

Pemberian alat bantubBagi penyandang disabilitas oleh Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri

JawaPos.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan terus mengutamakan kesetaraan dan keadilan bagi penyandang disabilitas untuk tetap berdaya serta aktif bekerja. Caranya, BPJS Ketenagakerjaan didukung Pemerintah Daerah Jawa Barat dan Kementerian Ketenagakerjaan menyerahkan alat bantu kepada sejumlah penyandang disabilitas yang bernaung dalam Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL) di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/8).


Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian serta tanggung jawab sosial BPJS Ketenagakerjaan kepada para penyandang disabilitas di Provinsi Jawa Barat. Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menegaskan negara harus hadir untuk memberikam jaminan dan lindungan sosial.


"Sudah selayaknya keberadaan BPJS Ketenagakerjaan dirasakan seluruh lini, termasuk oleh penyandang disabilitas di Indonesia sebagai wujud komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam menciptakan kesejahteraan pada setiap lapisan masyarakat. Program ini diharapkan dapat mendukung terciptanya kesetaraan bagi para penyandang difabel," ujarnya di Bale Pusat Dakwah Islam (PUSDAI) Kota Bandung.


Menurutnya dengan adanya bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas ini merupakan wujud komitmen dari BPJS Ketenagakerjaan yang hadir di tengah masyarakat. Berbagai jenis alat bantu disabilitas meliputi sepeda motor modifikasi roda, kaki palsu, tangan palsu, kursi roda, penyangga kaki, alat bantu dengar, tongkat netra, hingga alat bantu penunjang usaha seperti etalase, gerobak, mesin jahit telah diserahkan kepada sekitar 160 orang penyandang disabilitas yang tersebar di provinsi Jawa Barat.


Melalui kegiatan yang dihadiri Menteri Ketenagakerjaam Hanif Dhakiri itu, BPJS Ketenagakerjaan juga memperlihatkan wujud nyata, di mana setiap tenaga kerja yang mengalami difabel bisa terus aktif bekerja dengan keterbatasan fisik yang dideritanya. Para pekerja difabel ini juga telah tergabung dalam program perlindungan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan, yang mendorong mereka untuk bekerja lebih produktif.


Agus berharap dengan adanya bantuan dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan hidup para penyandang disabilitas di Indonesia. Sehingga penyandang disabilitas tetap berdaya dan memperoleh kesempatan di dunia kerja.


"Semoga program TJSL ini juga bisa menginspirasi masyarakat lain untuk meningkatkan kepedulian kepada pekerja difabel, sehingga peningkatan kesejahteraan mereka dapat terakselerasi melalui sinergi semua pihak", katanya.

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore